Pelebaran Sungai Ampal Tak Ada Masalah dengan Pemilik Lahan, Pemkot Balikpapan akan Segera Bebaskan

Ini agar banjir tidak terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi, maka pembebasan lahan untuk pelebaran Sungai Ampal terus dilakukan.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini intensitas hujan di Kota Balikpapan cukup tinggi sehingga menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Bahkan, bencana banjir di kota Balikpapan setiap tahun semakin meningkat setiap hujan turun dengan intensitas tinggi.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri mengatakan, langkah yang dilakukan pemerintah Kota Balikpapam.

Ini agar banjir tidak terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi, maka pembebasan lahan untuk pelebaran Sungai Ampal terus dilakukan.

"Kita akan terus lakukan upaya pembebasan lahan di sungai ampal," ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Rabu (19/6/2019). 

Diakuinya, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk ganti rugi lahan di kawasan sungai ampal.

Bahkan ucap dia, ditataran masyarakat juga telah tidak ada masalah soal pembebasan lahan untuk pelebaran sungai ampal tersebut.

"Untuk pembebasan lahan sudah tidak ada masalah dengan pemilik lahan," ungkapnya.

Namun ia menambahkan, ada beberapa prosedur yang harus diselesaikan, diantaranya mengurus surat keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) dari Gubernur Kaltim.

"Adapun SK penlok ini menjadi dasar dalam pengkuran lahan untuk perlebaran sungai Ampal," pungkasnya.

Halaman
1234
Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved