Sabtu, 16 Mei 2026

Banjir di Samarinda

UPDATE Banjir di Samarinda, Posko Induk dan Posko Darurat di Bengkuring Tetap Disiagakan!

Tanggap Darurat banjir akan tetap dilanjutkan sampai tanggal 21 Juni 2019 seperti penentuan awal Tanggap Darurat Bencana 2x7.

Tayang:
Editor: Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Bahasan banjir kali ini di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur memasuki tahapan pemulihan. 

Beberapa hari yang lalu, Samarinda sempat ada genangan air banjir cukup tinggi.

Bahkan beberapa kawasan di Samarinda, ketinggian banjir mencapai leher orang dewasa.

Namun setelah dua pekan dilanda musibah banjir, sebagian besar wilayah terdampak banjir sudah surut.

Kendati demikian masa tanggap darurat diputuskan berakhir 21 Juni 2019.

Demikian diputuskan dalam rapat koordinasi darurat banjir di Posko Induk di Jl. DI. Pandjaitan, Samarinda, hari ini tadi.

"Dari keseluruhan hasil rapat memutuskan bahwa Tanggap Darurat banjir akan tetap dilanjutkan sampai tanggal 21 Juni 2019 seperti penentuan awal Tanggap Darurat Bencana 2x7," ucap Ali Fitri Noor selaku Plh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Selasa (18/6/2019).

Oleh karena itu, Ali mengatakan tim tanggap darurat, masih akan terus siaga dalam memberikan bantuan kepada para korban yang masih terdampak.

Akan tetapi sifatnya diakui tidak intens seperti saat banjir

"Pak wali juga menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu selama penanganan dampak banjir. Insya Allah, beliau akan berada di Samarinda tanggal 20 Juni," ungkap Sugeng.

Sebelumnya dalam rakor disampaikan, laporan kondisi dari masing-masing Kecamatan mulai pulih seperti sediakala.

Tapi ada beberapa tempat seperti Kecamatan Samarinda Utara seperti wilayah Bengkuring yang masih tergenang cukup parah.

Dirinya menjelaskan, Samarinda sebagian besar sudah terbebas dari banjir.

Dan masyarakatnya sudah bisa mandiri dalam lingkungannya yang sudah aman.

Tapi ada beberapa tempat yang belum surut, dan bahkan airnya naik kembali.

Jadi usahakan seperti dapur darurat, perahu, serta pendistribusian bantuan tetap disiagakan di posko Induk.

"Posko Darurat yang akan tetap ada dan di siagakan 24 jam itu adalah posko wilayah Bengkuring," katanya.

Di tempat terpisah, ada debit air Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, terus mengalami peningkatan.

Pengamatan Tribunkaltim.co, hingga Minggu (16/6/2019), ketinggian air mencapai satu meter, menggenangi pemukiman warga yang ada di bantaran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Salah satunya adalah Kecamatan Tering, Kabupaten Kubar, Provinsi Kalimantan Timur tercatat ratusan rumah di delapan kampung di daerah itu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai mulai mewaspadai sergapan banjir di Kubar.

Sejauh ini memang saat ini ada delapan kampung yang sudah terendam banjir antaran 50 cm hingga satu meter.

"Delapan kampung itu yakni Muyup Ilir, Muyub Ulu, Kampung Baru, Tukul, Jelmuq, Tering Baru, Tering Lama Ulu dan Tering Seberang,” tutur Camat Tering, Bonifasius Satuq, pukul 14.40 Wita kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (16/6/2019). 

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kubar dan sekitarnya kata Boni, dengan intesitas sedang hingga lebat.

Baik itu pagi, siang, sore dan malam dengan jeda waktu yang tidak telalu lama mengakibatkan air sungai Sungai Mahakam meluap.

“Bajir ini juga kiriman dari hulu, yang mana di daerah huu kemarin banjir dan saat ini sudah surut, jadi giliran kubar lagi yang terkena banjir,” jelasnya.

Hingga sore ini kata Boni, debit air Sungai Mahakam terus naik.

Kendati demikian banjir tersebut berlum mengkhawatirkan warga setempat.

Pasalnya masyarakat yang bemukim di delapan kampung yang letaknya di bantaran sungai ini belum terlihat ada tanda–tanda melakukan pengungsian.

Hingga menepikan perabot rumah tangga mereka ke tempat yang aman atau lebih tinggi.

Sebab kondisi banjir saat sekarang belum terlalu besar dan rata–rata rumah warga di kampung tersebut rumah panggung.

”Tidak menuyup kemungkinan kalua sudah besar warga pasti mengungsi. Tapi kalua kodisi saat ini masiih aman,” kata Boni.

Ia tetap mengimbau warganya untuk tetap waspada.

Mengingat bencana banjir yang bisa datang kapan pun.

Yang mana hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur wilaya Kubar dan sekitarnya.

”Saya tetap imbau warga untuk waspada,” tuturnya.

Selain itu, juga pihanya selalu melakukan koordinasi dengan wilayah daerah hulu sungai, guna untuk memantau banjir.

Diakuinya memang Tering Kabupaten Kubar Kalimantan Timur merupakan daerah langganan banjir.

Yang setiap tahunnya melanda wilayah setempat, saat terjadi musim hujan.

”Petugas kecamatan saat ini sudah bersiaga juga, siap membantu warga kapan pun terjadi bencana,” tegasnya.

Mahulu Dilanda banjir

Di tempat terpisah, terjadi kejadian yang sama. Ada musibah banjir tidak hanya melanda ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda.

Beberapa titik di Kabupaten termuda di Kaltim, Mahakam Ulu (Mahulu), juga terendam air.

Banjir di Mahulu tidak kalah parah dengan di Kota Tepian. Kondisi terparah terjadi di kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Ujoh Bilang merupakan ibu kota Kabupaten Mahulu, dengan jumlah penduduk cukup banyak di antara daerah lainnya di Mahulu.

Selain merendam rumah warga, air juga merendam sejumlah kantor Pemerintahan, termasuk kantor Koramil 0912 - 03 Long Bagun, yang masih masuk pada Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar).

Koramil 0912 - 03 Long Bagun saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, ketinggian air mencapai 1 meter lebih.

Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Anang Sofyan Effendi mengatakan, curah hujan yang tinggi di Mahulu, membuat sebagian wilayah terendam banjir.

"Curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini, membuat sejumlah wilayah di Mahulu terendam banjir," ucap Dandim, melalui siaran pers Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Sabtu (15/6/2019).

BANJIR DI MAHULU - Kabupatan Mahakam Ulu terendam banjir, sejumlah kantor Pemerintah , dan kantor TNI, serta permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih, Sabtu (15/6/2019).
BANJIR DI MAHULU - Kabupatan Mahakam Ulu terendam banjir, sejumlah kantor Pemerintah , dan kantor TNI, serta permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih, Sabtu (15/6/2019). (HO/Penerangan Korem 091/ASN)

Pihaknya pun saat ini tengah siaga, pasalnya tidak menutup kemungkinan beberapa hari kedepan banjir bakal sampai ke Kubar.

Dandim pun menginstruksikan anggotanya untuk menyelamatkan aset-aset kantor dari rendaman banjir.

BANJIR DI MAHULU - Kabupatan Mahakam Ulu terendam banjir, sejumlah kantor Pemerintah , dan kantor TNI, serta permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih, Sabtu (15/6/2019).
BANJIR DI MAHULU - Kabupatan Mahakam Ulu terendam banjir, sejumlah kantor Pemerintah , dan kantor TNI, serta permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih, Sabtu (15/6/2019). (HO/Penerangan Korem 091/ASN)

"Seperti diantaranya perangkat komputer dan elektronik lainnya, termasuk dokumen-dokumen penting yang ada di kantor Koramil," imbuhnya.

Selain itu, dirinya juga memerintahkan prajurit yang ada untuk membantu warga, melakukan evakuasi maupun bentuk pertolongan lainnya.

"Yang tidak kalah penting, warga harus dibantu, evakuasi ke tempat aman," tegasnya.

(Tribunkaltim.co/Cahyo Putro dan Febriawan)

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

Sandra Dewi Hamil Besar tapi Unggahannya Ini Bikin Protes Rekan Selebriti Lain, 'Still Size S'

Hary Tanoesoedibjo Dikabarkan Beli Rumah Seharga Rp 119 Triliun Milik Donald Trump di Beverly Hills

Isu Polri Bakal di Bawah Kementerian, Mantan Kapolda Kaltim Ini Usul Kalau Mau Buat Kementerian Baru

Cemburu, Pria Ini Bakar Istrinya Hidup-hidup, Sempat Dirawat Tapi Akhirnya Meninggal Dunia

Sama-sama Menderita Penyakit Mematikan, Jody Super Bejo Ajak Agung Hercules Saling Mendoakan

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved