Inspiring People

Walikota Risma Menginspirasi Dr Hj Meiliana Membangun Kota Samarinda

Saya tidak muluk-muluk. Hanya ingin membangun dan mengubah, memperbaiki dan mempercantik Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim ini.

Walikota Risma Menginspirasi  Dr Hj Meiliana Membangun Kota Samarinda
Tribun Kaltim/HO
DR Hj Meiliana SE MM, Penjabat Walikota Samarinda pada periode November 2015 - Februari 2016. 

# DR Hj Meiliana Setelah 35 Tahun Berkarya sebagai ASN 

AWAL Juni 2019 bertepatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, DR Hj Meiliana SE MM, resmi purna tugas dari posisi Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Timur. Selama 35 tahun ia mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berhasil terpilih sebagai nominator 50 ASN terbaik se-Indonesia, dan menjadi satu-satunya perempuan di Pemprov Kaltim yang menempati level tertinggi Eselon I. Tidak berhenti di sini. Ibu Mei -begitu ia disapa-tetap bersemangat untuk membangun Provinsi Kalimantan Timur. Saat berbincang dengan Tribun Kaltim, pekan lalu di kediamannya, mantan Pj Walikota Samarinda dan mantan Plh Gubernur Kaltim ini menuturkan secara lugas mengenai rencana dan agenda kiprah selanjutnya.

Anda sekarang purna-tugas, masih ada tanggung jawab lain di Pemprov Kaltim?
Iya, saya masih dipercayakan Gubernur Kaltim bekerja dalam Tim Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, dengan Republik Seychelles. Kerjasama ini diharapkan dapat sukses menarik wisatawan mancanegara, seperti yang dilakukan oleh Republik Seychelles, Afrika.

Luar biasa, saat mengabdi sebagai ASN, Anda terpilih sebagai ASN terbaik se-Indonesia. Apa saja yang dilakukan sehingga masuk nominator?
Sebenarnya, yang dinilai dalam pemilihan ASN terbaik dan teladan se-Indonesia adalah aspek dedikasi sebagai seorang ASN. Dedikasi bukan hanya satu dua tahun, namun berkelanjutan mengabdi kepada bangsa dan negara tanpa pamrih sebagaimana mestinya. Saya dulu mengabdi di Lembaga Administrasi Negara (LAN) selama sembilan tahun. Jadi komunikasi dengan pusat terutama dengan Kemen-PAN, BKN, ASN dan seluruh departemen vertikal. Mungkin saya lebih dikenal pemerintah pusat ketika saat bergabung di LAN. Sembilan tahun di LAN, saya banyak belajar. Terutama proses merintis pembentukan LAN Samarinda. Saya ketika itu merupakan PNS Pemprov Kaltim yang dipekerjakan di instansi vertikal. Jadi saya lebih sering bolak-balik Samarinda dan Jakarta.

Tantangan dan kesempatan berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)?
Menjadi PNS, dimulakan dari Bappeda sebagai honorer proyek. Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), langsung berjibaku sebagai honorer di Bappeda Provinsi Kaltim dengan gaji pertama Rp 50.000. Itu tahun 1985. Setahun kemudian menjadi CPNS pada Bappeda Provinsi Kaltim. Tahun selanjutnya, menjadi PNS di Bappeda. Karena ketika itu, saya suka menjadi MC (Master of Ceremony), maka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) saya dipindahkan dari Bappeda ke Protokol Pemprov Kaltim. Saya mengabdi di bagian protokol selama 10 tahun mulai dari staf hingga menempati posisi puncaknya. Seiring berjalannya waktu, ketika Gubernur Suwarna memindahkan saya ke Biro Humas dan menjabat sebagai Kabag Publikasi. Job sehari-hari mengurusi wartawan. Dulu, saya berinisiatif membuatkan ruangan khusus untuk wartawan, menyediakan minuman dan snack setiap pagi, juga berbagai referensi dan data. Sebab wartawan merupakan mitra saya dan selalu diprioritaskan. Seperti itu kedekatan saya dengan jurnalis dan sangat efektif. Setelah itu, saya dimutasi ke Badan Diklat Provinsi Kaltim dan ditugaskan melobi LAN Pusat untuk pelaksanaan Diklat PIM-II. Jadi, bersamaan Badan Diklat kerjasama dengan LAN Pusat, dibentuk juga LAN Samarinda. Saya kemudian ditawari oleh seorang profesor di LAN untuk menjabat Kepala LAN Samarinda. Ketika itu saya masih Eselon 3B, langsung loncat ke Eselon 2A. Ini namanya peluang. Akhirnya saya dipercayakan mengabdi di LAN Samarinda sebagai Kepala Pusat Kajian Pelatihan dan Pendidikan Aparatur III LAN Samarinda selama sembilan tahun. Jadi saya berkontribusi membangun LAN dari kantornya masih kontrakan hingga memiliki gedung sendiri seperti sekarang. Melalui LAN Samarinda, terciptalah para pejabat berkualitas di Kaltim bahkan kini menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Bagaimana Anda menilai kualitas perempuan ASN di Provinsi Kaltim sekarang?
Sebenarnya kualitas ASN baik. Dari sisi produktivitas dan karakter, pada dasarnya ASN itu baik. Hanya bagaimana mereka harus menginovasi dirinya, mengeksplore dirinya. Misalnya saat meeting harus berani berbicara, mengemukakan pendapat, menyampaikan gagasan. Selama ini, ASN masih kurang mengeksplore dirinya, mempromoted dirinya maupun potensi di dalam dirinya. Kalau saya pribadi, mungkin karena keseringan membangun dan mengeksplore apa yang ada dalam diri saya. Juga dengan doa dan ridho Allah, saya bekerja ikhlas, bekerja tulus, dan jangan lupa bersedekah. Sebab sedekah atau berbagi dengan orang yang tidak mampu, sangat menentukan kehidupan. Apa yang ada pada kita harus dibagikan kepada orang lain. Harus memberikan manfaat kepada orang lain. Apabila kita banyak memberi kepada sesama, maka Allah akan menambahkan pula pada diri kita.

Sekarang, peluang apa yang sedang Anda bidik dan rencana selanjutnya?
Saya selalu membaca peluang. Bersiap untuk meraih kursi Samarinda-1 (Walikota) juga peluang bagi saya, karena saya pernah menjadi Penjabat Walikota Samarinda, pada November 2015 sampai Februari 2016. Berangkat dari pengalaman-pengalaman di birokrasi inilah, saya memberanikan diri dengan niat yang tulus dan minta pada Allah dan berusaha, mudah-mudahan Allah bisa mengijabah (merestui) niat tulus saya ini. Saya tidak muluk-muluk. Hanya ingin membangun dan mengubah, memperbaiki dan mempercantik Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim ini. Ibu Risma bisa mengubah Kota Surabaya, mengapa saya tidak bisa mengubah Kota Samarinda? Ibu Risma banyak menginspirasi saya untuk maju. Yang penting niatnya tulus, doa dan berusaha. Asalkan ada kemauan, Allah pasti membuka jalan. Yang penting niat baik, tidak mengeluh, bekerja ikhlas, bekerja cerdas, berintegritas tinggi, Allah pasti memberikan. Saya percaya penuh pada Allah dan berusaha. Walaupun hanya enam bulan jadi Penjabat Walikota Samarinda, sedikit banyaknya saya telah memberikan nilai. Di antaranya ketika itu memulangkan eks Gafatar, beberapa kali menutup atau mereklamasi lubang-lubang tambang di Samarinda bekerjasama dengan Jatam. Target saya nanti Samarinda harus berubah, banjir harus diatasi tuntas. Bisa kerjasama dengan konsultan dari Belanda. Intinya Samarinda harus lebih baik dari sekarang.

Anda akan menggunakan "perahu" apa menuju Samarinda-1?
Sudah ada beberapa partai yang melakukan pendekatan. Namun masih kami koordinasikan lagi. Kalaupun nanti tidak menggunakan partai, saya akan maju melalui jalur independen.

Gubernur Isran Noor menyebut Anda sosok pejabat yang 'bertangan dingin'. Anda terbiasa menyelesaikan persoalan tanpa kegaduhan?
Sebenarnya ini bagian dari memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan ASN, saya mengayomi mereka. Ada waktunya saya berbagi, ada waktunya saya sakleg apalagi saat membuat komitmen ketika meeting maupun tentang kebutuhan OPD. Jadi sepanjang saya memimpin kemarin -terutama sebagai Plt Sekprov-tidak ada masalah. Bila ada kendala, kami pecahkan bersama dan kerjakan hingga tuntas. Jika OPD membutuhkan anggaran, ya kita perjuangan di masa perubahan anggaran. Begitu juga di DPRD Provinsi Kaltim. Saya membangun komunikasi intens dengan para pimpinan maupun anggota DPRD. Jadi hubungan dengan legislatif nyaman-nyaman saja. Benar apa yang dikatakan Pak Isran (Gubernur Kaltim), setiap ditugaskan menyelesaikan masalah pasti tuntas. Ya, memimpin itu kan ada seninya. Jika ada masalah, saya berusaha agar tidak melihatnya sebagai beban. Masalah itu untuk dipecahkan, bekerjasama mencari solusinya, hasilnya nyaman.

Nilai-nilai dan prinsip yang diterapkan Anda selama menjadi ASN?
Selama saya menjadi ASN dari level paling bawah hingga menjabat posisi tertinggi, saya tidak pernah menyulitkan orang. Begitu ada orang yang datang, saya selalu bertanya, apa yang perlu saya bantu? Bantulah dan layanilah masyarakat dengan ketulusan. Nilai-nilai yang terpenting adalah kejujuran, integritas, tulus dan ikhlas. Jika menerapkan nilai-nilai ini pasti nyaman dalam bekerja. Apapun yang ada harus disyukuri. Rezeki kesehatan itu jauh lebih penting. Waspadai penyakit hati. Jangan sampai mendendam, membenci, irihati dan sejenisnya, karena itu mematikan kreativitas. Selain sebagai pejabat, sehari-hari, saya juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi, menjadi instruktur, jadi saya berencana membuat lembaga yang dapat membangun potensi diri orang lain sehingga berubah menjadi sosok yang berkualitas sesuai talenta mereka. Saya akan terus mengembangkan passion ini.

Kesibukan Anda sangat pada setiap hari, bagaimana menjaga kesehatan?
Resepnya simpel. Hati harus bersih. Hati harus nyaman, tulus, ikhlas. Saya bersyukur kepada Allah, diberi umur panjang dan kesehatan yang baik. Yang saya jaga adalah pola makan, mengonsumsi suplemen herbal sesuai kebutuhan kesehatan dan inner beauty. Juga memiliki banyak sahabat. Bahkan sahabat-sahabat yang sering memberi saya suplemen. Intinya hidup sehat berawal dari hati yang tulus dan ikhlas.(*)

TENTANG DR HJ MEILIANA

NAMA : DR Hj Meiliana, SE, MM
TTL      : Samarinda, 09 Mei 1959
Suami : Gusti Suhadyah, SE
Anak :
- dr. Restya Meisya
- dr. Lydea Syahna
PENDIDIKAN FORMAL
- SD A. Yani Kota Baru, Kalsel (1972) - SMP Negeri 1 Samarinda (1975)
- SMA Negeri 1 Samarinda (1979)
- Sarjana (S-1) Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Mulawarman Samarinda (1985)
- Magister Manajemen (S-2) Program Studi Manajemen Pemasaran Universitas Mulawarman (2001)
- Program Doktor (S-3) Ilmu Manajemen Pemerintahan Universitas Saytagama Jakarta (2006)

PENGALAMAN KERJA & JABATAN
- Honor proyek pada Kantor Bappeda Provinsi Kaltim (1985)
- CPNS Bappeda Provinsi Kaltim (1986 - 1987)
- PNS Bappeda Provinsi Kaltim (1987 - 1988)
- Staf Protokol Pemprov Kaltim (1989 - 1990)
- Pj Kasubag Tamu Pemprov Kaltim (1990 - 1994)
- Kasubbag Tamu Pemprov kaltim (1994 - 1996)
- Kabag Protokol Pemprov Kaltim (1996- 1999)
- Kabag Penerangan, Publikasi & Dokumentasi Biro Humas Pemprov Kaltim (1999- 2001)
- Sekretaris Badan Diklat Provinsi Kaltim (2001- 2004)
- Kepala Bidang Teknis Fungsional Badan Diklat Provinsi Kaltim (2004 - 2005)
- Kepala Pusat Kajian & Pelatihan Pendidikan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda (2005 - 2014)
- Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim (2014-2016)
- Penjabat Walikota Samarinda (November 2015 - Februari 2016)
- Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim (Maret 2016- Desember 2016)
- Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim (Desember 2016-Maret 2018)
- Komisaris Utama PT Jamkrida Kaltim (November 2016 - sekarang)
- Pj Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim (7 Maret 2018 - 10 Januari 2019)
- Plh Gubernur Kalimantan Timur (20 - 21 September 2018)
- Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim (10 Januari - Mei 2019)

PENGALAMAN TUGAS LUAR NEGERI & DALAM NEGERI
- International Training Programme On Leadership Development for Administrators di India (2005)
- Change Management II - APOA Appreciative Participatory Organization Assessment di Thailand (2009)
- Liaison Officer Tamu VVIP dan VIP Penyelenggaraan PON di Samarinda (2008)
- Kandidat Pencalonan Seleksi Calon Sekda Kaltim (2009 & 2015)
- Congress on Assesment Center Method di Singapura (2010)
- Salah satu Inisiator Pendirian PKP2A IV LAN Banda Aceh
- Kandidat Kepala LAN RI di Jakarta ((2011)
- Studi Pelayanan Publik di Kota Gimpoo, Korea Selatan (2014)
- Studi Visit Healthy City dan Hospital Management di Eropa (2015)
- Menghadiri KTT Rusia - ASEAN di Rusia (2016)
- Menjadi Petugas Haji Provinsi Kaltim di Arab Saudi (2016)
- Studi Visit Healthy City dan Hospital Management di Jepang dan Korea (2018)
- Kunjungan Tim Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepulauan Maratua di Seychelles Afrika (2019)
- Annual Meeting GCF Delegasi Kaltim di Columbia (2019)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved