Pilpres 2019

Hairul Anas Bocorkan Materi Pelatihan Saksi TKN di Sidang MK, Politisi PBB Sebut Mental Pecundang

Hairul Anas, salah satu saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Subianto dalam sidang MK sengketa Pilpres 2019 membongkar materi pelatihan saksi TKN

Hairul Anas Bocorkan Materi Pelatihan Saksi TKN di Sidang MK, Politisi PBB Sebut Mental Pecundang
Tangkap Layar Kompas TV/YouTube Gerindra TV
Saksi tim Prabowo-Sandi, salah satunya adalah Hairul Anas, keponakan Mahfud MD. Hairul Anas membeberkan materi pelatihan TKN. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hairul Anas, salah satu saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Subianto dalam sidang MK sengketa Pilpres 2019 membongkar materi pelatihan saksi yang diselenggarakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf.

Hairul Anas memgikuti pelatihan saksi TKN Jokowi-Maruf ini dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang menjadi partai politik pendukung Jokowi-Maruf.

Hairul Anas dalam kesaksiannya di sidang MK dalam sengketa Pilpres 2019, Rabu (19/6/2019) kemarin, membeberkan materi pelatihan saksi yang digelar TKN Jokowi-Maruf pada 20-21 Februari 2019 di kawasan Kelapa Gading.

Sementara pada sidang MK sengketa Pilpres 2019, Hairul Anas memihak ke paslon 02 dengan membeberkan materi di pelatihan.

 

Kamis (20/6/2019), Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menyebut Hairul Anas bermental pepecundang karena memaparkan materi pelatihan saksi.

"Tapi dengan memparkan hasil pelatihan saksi saat dia ikut jadi saksi 01 adalah cermin mental pecundang, yang dibungkus moralitas seolah ingin pemilu yang jurdil, demi menjual progam robotnya," kata Sukmo Harsono seperti dikutip dari TribunWow.com yang melansir Tribunnews.com, saat dihubungi, Kamis (20/6/2019).

Sukmo Harsono menganggap Hairul membelot karena kecewa program robotnya pernah tidak sempat diajukan di sistem IT pengawalan suara.

Sukmo Harsono lantas mengatakan karena Hairul sebelumnya mendukung 01 dan setelah mencoblos menjadi mendukung 02, seharusnya kesaksiannya di MK dikesampingkan.

"Saksi tidak memiliki integritas dan moralitas, karena membelot setelah pencoblosan dengan menjadi saksi melawan 01, maka seharusnya kesaksianya di kesampingkan," ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, ia menilai apa yang dibuktikan Hairul tidak memiliki nilai pembuktian.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved