Junjung Tinggi Budaya Keselamatan Kerja, PHM Capai Rekor Setahun Tanpa Lost Time Injury

Dengan tercapainya prestasi ini komitmen terhadap keselamatan kerja tidak boleh mengendur. Justru sebaliknya kami lebih semangat menjaga keselamatan

Junjung Tinggi Budaya Keselamatan Kerja, PHM Capai Rekor Setahun Tanpa Lost Time Injury
(HO/PHM)
Ilustrasi - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan penuh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan, pada Sabtu (15/6/2019) lalu, mencapai rekor setahun tanpa LTI (Lost Time Injury) atau kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja. 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan penuh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan, pada Sabtu (15/6) lalu, mencapai rekor setahun tanpa LTI (Lost Time Injury) atau kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja.

Dalam catatan PHM, selama setahun, telah tercapai 30.374.227 jam kerja (manhours), dengan rata-rata pekerja yang bekerja setiap harinya mencapai jumlah sekitar 7.300 orang.

Capaian kinerja tersebut mencerminkan tingginya budaya keselamatan kerja di PHM.

General Manager PHM John Anis menyatakan keberhasilan ini memunculkan tantangan baru, yakni bagaimana mempertahankan agar tidak terjadi LTI di masa depan.

"Dengan tercapainya prestasi ini komitmen terhadap keselamatan kerja tidak boleh mengendur. Justru sebaliknya, kami jadi lebih bersemangat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan dalam setiap aktivitas operasi PHM," ujar General Manager PHM John Anis melalui keterangan tertulisnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (20/6).

Dalam 10 tahun terakhir, WK Mahakam telah berhasil menekan jumlah angka Recordable Injury secara signifikan.

Pada tahun 2009 tercatat 44 kasus cedera ketika bekerja, dan menurun drastis hingga 12 kejadian saja pada tahun 2018. Sementara untuk LTI hanya terjadi 2 kasus dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dibandingkan dengan 13 LTI yang terjadi hanya pada tahun 2009 saja.

WK Mahakam merupakan salah satu WK migas terbesar di Indonesia. Kawasan WK Mahakam meliputi area seluas 3.266,44 km2, dengan 7 lapangan minyak dan gas yang berproduksi, yaitu lapangan di area rawa-rawa (swamp) seperti Tunu, Tambora, dan Handil serta lapangan di area lepas pantai (offshore), seperti Peciko, Bekapai, Sisi Nubi, dan South Mahakam.

Untuk melaksanakan kegiatan pengeboran di tahun 2019, dengan target 118 sumur (WP&B 2019) PHM mengoperasikan 2 jack up rig untuk lepas pantai dan 3 unit swamp barge rig untuk di rawa-rawa.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018 PHM meraih sejumlah akreditasi dan penghargaan berkenaan dengan K3LL, yaitu:

(1) ISRS8 – Level 8

(2) Safety Culture – Proactive (skor 4.1)

(3) Peringkat PROPER Hijau untuk 2 lapangan: South Processing Unit (SPU) dan Bekapai - Senipah - Peciko - South Mahakam (BSP).

Halaman
12
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved