Tugu Insurance

Hingga April 2019, Pendapatan Premi Tugu Insurance Naik 65%

Secara konsolidasi, hasil underwriting meningkat 10% dari USD 14,82 juta menjadi USD 16,23 juta.

Hingga April 2019, Pendapatan Premi Tugu Insurance Naik 65%
HO - Tugu Insurance
Tugu Insurance resmi tercatat di bursa efek Indonesia pada 28 Mei 2018 dengan kode saham TUGU dan hingga April 2019 kepemilikan saham mayoritas masih dipegang oleh PT. Pertamina (Persero) yaitu sebesar 58,5%. 

TRIBUNKALTIM.CO - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menunjukkan perkembangan positif.

Hingga April 2019, perseroan mencatat pendapatan premi bruto secara konsolidasi sebesar USD 125,23 juta, meningkat 65% (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 76,10 juta.

Dalam periode yang sama, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk meningkat 51% menjadi sebesar USD 12.71 juta dari tahun lalu sebesar USD 8.4 juta.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna menjelaskan, besarnya peningkatan pendapatan premi bruto itu dikontribusikan baik dari induk perusahaan maupun Anak Perusahaan.

“Pendapatan premi induk perusahaan ditopang oleh masuknya beberapa premi besar di sektor engineering, aviasi, dan energi. Ke depan, kami yakin pendapatan perseroan semakin baik karena pembaruan premi dari akun-akun besar biasanya baru masuk pada kuartal ketiga dan keempat,” jelas Indra pada acara halal bi halal dengan awak media di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Meski Tak Bicara Sepatah Katapun, Hakim MK Kembali Tegur Bambang Widjojanto, Begini Kronologinya

Hanya Bayar 2 Jutaan Tiap Bulan, Milenial Bisa Punya Rumah di Grand City

Ini Daftar 9 Perwira Tinggi Polri yang Daftar Seleksi Capim KPK, Ada Polwan, Berikut Rekam Jejaknya

“Adapun dari sektor ritel, produk asuransi kendaraan bermotor t ride dan t drive yang menjadi produk terdepan kami juga mengalami pertumbuhan. Tercatat premi motor vehicle hingga April 2019 naik 96% YoY dari USD 1.53 juta menjadi USD 3.01 juta dengan peningkatan hasil underwriting yang signifikan dari USD 256 ribu menjadi USD 1.45 juta” tambah Indra.

Selama ini, memang asuransi kendaraan bermotor masih merajai pangsa pasar bisnis asuransi umum karena penjualan kendaraan bermotor setiap tahunnya lebih tinggi dibanding penjualan mobil.

Secara konsolidasi, hasil underwriting meningkat 10% dari USD 14,82 juta menjadi USD 16,23 juta.

Dibandingkan April tahun lalu, hasil underwriting induk perusahaan meningkat sebesar 10% dari USD 12,51 juta menjadi USD 13,70 juta.

Selain peningkatan premi, kenaikan hasil underwriting induk perusahaan juga ditopang kualitas risiko yang semakin baik, yang dicerminkan dari penurunan beban underwriting sebesar 17% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah akan Turunkan Tiket Harga Pesawat, Lion Air Siap Pangkas Harga, Ini Daftar Tiket Promo

Waspadai Jasa Pelayanan Tidak Resmi, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Sosialisasi Aplikasi BPJSTKU

LINK LIVE Streaming & Sinopsis Cinta Buta Jumat 21/6/2019 Jam 18.20 WIB Aslan Dilarang Bertemu Aulia

Halaman
12
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved