Jalan Provinsi Kerang-Tanjung Aru Masih Rusak, Disnakertran Lanjutkan Program Transramigrasi Keladen

Mereka mau panen jagung, ingin kita buatkan acara agar mereka lebih semangat. Tanahnya subur, tapi untuk kesana jalannya rusak

Jalan Provinsi Kerang-Tanjung Aru Masih Rusak, Disnakertran Lanjutkan Program Transramigrasi Keladen
Tribunkaltim.co, Sarassani
Waldiyanto 

TRIBUNKALTIM.CO,  TANA PASER – Program Transmigrasi Baru di Desa Keladen Kecamatan Tanjung Harapan menurut Kabid Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser Waldiyanto, Kamis (20/6/2020), rencananya dilanjutkan tahun depan.

“Tahun 2018, kita kan menempatkan 40 KK, 20 KK lokal dan 20 KK lagi dari luar. Penempatannya 2018, programnya 2017. Nah, program 2018 untuk penempatan 2019 nihil, jadi tahun ini kembali kita usulkan untuk penempatan 2020,” kata Waldiyanto.

Sejak 23 November 2018, 40 KK warga transmigrasi baru diantaranya asal Jogyakarta, Lampung, Banten dan warga asal Desa Keladen sendiri, mulai merintis kehidupan baru dengan bertani.

Sebelum lahan yang digarap menghasilkan, mereka hidup mengandalkan jadup (jaminan hidup).

Jadup berupa beras dan bahan makanan lainnya diberikan selama 1 tahun itu menjadi kewenangan Pemprov Kaltim, sedangkan pembinaan warga transmigrasi baru menjadi kewenangan Pemkab Paser yang dikoordinatori Disnakertrans Paser.

“Mereka mau panen jagung, ingin kita buatkan acara agar mereka lebih semangat. Tanahnya subur, tapi untuk kesana jalannya rusak, terutama antara Mengkudu-Lomu.

Makanya orang provinsi ngirim jadup lewat lewat kebun sawit perusahaan yang masuk wilayah Kalimantan Selatan, kalau jalannya masih rusak kasihan warga disana,” ucap Waldiyanto.

Usulan penempatan transmigrasi baru di tahun 2020 diharapkan menambah perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kondisi jalan antara Mengkudu-Lomu.

Selain membantu kedua warga desa tersebut, perbaikan jalan provinsi itu juga membantu masyarakat Kecamatan Tanjung Harapan lainnya.

“Jalan provinsi dari Kerang-Tanjung Aru itu melewati Mengkudu, Lomu, Pengguren, Keladen dan desa-desa di Kecamatan Tanjung Aru lainnya. Kalau lewat Selatan (jalan kebun sawit) kejauhan, masuknya di Sengayam (Kalsel) tembusnya di Pengguren atau sebaliknya,” tambah Waldiyanto.

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved