Kemensos dan Dinsos Kaltim Beda Data Soal Angka Penyandang Disabilitas
Namun ada perbedaan dalam penyampaian data yang disampaikan soal jumlah penyandang disabilitas di Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gelaran Seminar Konsultasi Publik tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Penyandang Disabilitas Melalui Kerjasama ASEAN, yang dilaksanakan Kemlu RI, pada Jumat (21/6/2019), pukul 09.00 Wita, di Ruang Serba Guna, Rektorat Unmul, Lantai IV, Kampus Unmul Gunung Kelua, membeberkan data jumlah penyandang disabilitas di Kaltim.
Namun ada perbedaan dalam penyampaian data yang disampaikan soal jumlah penyandang disabilitas di Kaltim.
Data Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 7.500 jiwa.
Namun, Kementrian Sosial (Kemensos) RI merilis sedikitnya 2.360 jiwa penyandang disabilitas se-Kaltim.
“Memang data yang kami himpun berbeda dengan data yang dihimpun oleh Dinsos Kaltim. Mungkin yang lebih jelas jumlahnya ada di Dinsos Kaltim. Kalau data yang ada pada kami hanya sebanyak 2.360 jiwa. Sedangkan data Dinsos Kaltim sebanyak 7.500 jiwa penyandang disabilitas,” tutur Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos RI, Rachmat Koesnadi saat diwawancara tribunkaltim.co usai menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
Selain itu, Rachmat juga mengungkapkan, seluruh data yang masuk pada pihaknya langsung ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan langsung kepada penyandang disabilitas.
Namun, secara terperinci ia tidak dapat menyebutkan bantuan apa saja yang diberikan kementerian tempat ia bekerja.
“Kalau bantuan banyak ya. Saya tidak hapal semuanya. Ada bantuan alat bantu dengar, bantuan kaki palsu, tangan palsu, kursi roda dan banyak lagi bantuan lainnya. Pokoknya, semua data yang masuk ke kami usulan bantuannya apa langsung kita tindak lanjuti,” jelasnya. (M Purnomo Susanto)
Subscribe official Channel YouTube:
BACA JUGA:
Yusril Pertanyakan Data Kecurangan 22 Juta Suara Saat Jaswar Koto Bersaksi, Begini Faktanya
5 Rekomendasi Drama Korea Romantis Tayang Juli 2019, Cha Eun Woo di Rookie Historian Goo Hae Ryung
Kevin Aprilio Terjerat Utang hingga 17 Miliar, Ini Orang yang Membantunya Bangkit dari Kebangkrutan
Ini Rekam Jejak Marsudi Wahyu Kisworo, Ahli yang Dihadirkan KPU, Profesor IT Pertama Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/simulasi-216.jpg)