Banjir di Samarinda

Proyek Penanganan Banjir di Samarinda, mulai Keruk Karang Mumus hingga Perbaikan Drainase

Salah satu upaya penanganan banjir di Kota Samarinda adalah normalisasi dan pengerukan Sungai Karang Mumus.

TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Kendaraan bermotor milik warga diangkut menggunakan perahu akibat banjir yang menutup Jalan Ahmad Yani, Samarinda, Senin (10/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Salah satu upaya penanganan banjir di Kota Samarinda adalah normalisasi dan pengerukan Sungai Karang Mumus.

Rencana pengerukan Sungai Karang Mumus oleh Pemkot Samarinda mendapat dukungan Pemprov Kaltim.

Sedikitnya dana Rp 10 miliar akan dikucurkan Pemprov Kaltim untuk pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Kaltim, Zairin Zain mengungkapkan, menyikapi bencana banjir yang menimpa beberapa daerah di Samarinda, Pemprov Kaltim akan memberikan bantuan dana segar Rp 10 miliar, khusus dikhususkan pengerukan SKM.

"Ada dana Rp 10 miliar kami siapkan untuk pengerukan SKM. Selain proyek pengerukan SKM, Pemprov Kaltim juga melaksanakan beberapa proyek pengerukan. Seperti pengerukan Bendungan Benanga, agar air pada bendungan tersebut tidak membanjiri daerah di Samarinda bagian utara," paparnya.

Selain dua proyek tersebut, ada beberapa proyek terkait penanganan banjir di Kota Samarinda yang juga akan dikerjakan pada 2019.

Seperti, memperbaiki kolam retensi Vorpo dan sekitar Rumah Sakit AW Syahranie. Kemudian, proyek perbaikan drainase menuju SKM. Untuk proyek perbaikan drainase, disampaikan Zairin, Pemkot Samarinda juga memiliki dana sendiri.

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Sentosa menuju Jalan Kemakmuran Samarinda yang ramai dipadati pengendara, Rabu (12/6/2019).
Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Sentosa menuju Jalan Kemakmuran Samarinda yang ramai dipadati pengendara, Rabu (12/6/2019). (TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN)

"Jadi, memang ada beberapa strategi yang akan kita laksanakan bersama-sama Pemkot Samarinda. Selain dana dari provinsi, Pemkot Samarinda juga memiliki dana sendiri khusus untuk memperbaiki drainase. Sedangkan, dana perbaikan khusus drainase Pemprov Kaltim juga mengucurkan dana sekitar Rp 100 miliar," ujar Zairin.

Dijelaskan pula, ada beberapa lelang proyek yang dilakukan untuk mengentaskan persoalan banjir di Samarinda.

Meskipun, sebelumnya sistem operasional online lelang pernah bermasalah beberapa waktu lalu. Saat ini, ditegaskan persoalan tersebut sudah selesai. dan proses lelang tengah berlangsung.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved