Sederet Fakta Penindakan Usaha Pom Mini di Balikpapan; Langgar Perda hingga Uji Tera Bermasalah

Lebih lanjut dirinya pun mengaku kena denda oleh Kejaksaan senilai Rp250 ribu dalam sidang tipiring di kantor Satpol PP.

 TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Satpol PP Balikpapan dipenuhi para pelaku usaha kecil Pom Mini, Kamis (20/6/2019).

Mereka menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) udai ditindak jajaran Satpol PP Balikpapan beberapa waktu lalu.

Mereka ditindak lantaran dianggap melanggar Perda 10 tahun 2017, tentang ketertiban umum.

Terdapat sekira 80 pelaku usaha pom mini yang wajib bayar denda kepada Kejaksaan.

Berikut sederet fakta penindakan pelaku usaha pom mini di Balikpapan.

1. Dinilai Melanggar Perda

Para pelaku usaha pom mini ditindak lantaran dianggap melanggar Perda 10 tahun 2017, tentang ketertiban umum.

"Sidang tipiring rutin dilakukan. Lebih dari seratus orang yang ikut sidang. Memang paling banyak dari pelaku usaha pom mini yang kemarin kami tindak," kata Kasie Ops Pol PP Balikpapan, Siswanto.

"Mereka kena pasal penimbunan dan jual bensin di luar pom resmi," tuturnya.

 2. Lebih Untung Dibanding Jual Eceran

Halaman
1234
Penulis: Kholish Chered
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved