Berita Pemkab Kutai Barat

Transmigrasi di Dua Kecamatan Ini, Wabup: Sekarang Hanya Hutan, Tapi Lihat 40 Tahun Lagi

Untuk diketahui dalam program transmigrasi pemerintah telah mengkajinya dengan Tim LPPM Unmul Samarinda.

Transmigrasi di Dua Kecamatan Ini, Wabup: Sekarang Hanya Hutan, Tapi Lihat 40 Tahun Lagi
HUMASKAB KUBAR
Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan membuka seminar Draft Laporan Akhir Kajian Potensi Pengembangan Transmigrasi di Kabupaten Kutai Barat di Ruang Diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Rabu (19/6/2019). 

SENDAWAR - Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan membuka seminar Draft Laporan Akhir Kajian Potensi Pengembangan Transmigrasi di Kabupaten Kutai Barat, Rabu (19/6/2019) bertempat di Ruang Diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar.

"Kajian ini dimaksudkan untuk program transmigrasi warga lokal sebagai salah satu pengembangan wilayah dan pengembangan perekonomian," kata Wakil Bupati Edyanto Arkan.

Lebih lanjut orang nomor dua di Kubar ini menuturkan selain wilayah dan perekonomian, melalui transmigarsi diharapkan bisa memberikan dampak positif.

Antara lain agar masyarakat jauh dari dampak banjir yang selama ini sering terjadi. Umumnya warga yang akan mengikuti program ini adalah mereka yang tinggal di bantaran sungai.

Untuk diketahui dalam program transmigrasi pemerintah telah mengkaji dengan Tim LPPM Unmul Samarinda.

Ada 2 kecamatan yang terpilih dilaksanakan program transmigrasi, yaitu Kecamatan Nyuatan di Kampung Sentalar dan Kecamatan Damai di Kampung Muara Nyahing, Muara Nilik, Mantar, Bermai, dan Besiq.

Wakil Bupati berharap para perrangkat daerah yang terlibat jangan percaya penuh terhadap data, tetapi tetap harus mengoreksi, sehingga data nantinya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu harus melihat hak dan kewajiban masyarakat baik yang akan mengikuti program ini atau tidak.

"Semoga kajian ini nantinya bisa membawa perubahan yang positif bagi pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Menurut Edyanto Arkan, kawasan tersebut sekarang hanyalah hutan, tetapi 40-50 tahun yang akan datang tidak menutup kemungkinan menjadi hamparan rumah indah dan perkampungan maju. Dengan program transmigrasi ini diharapkan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Dengan data yang valid dan komprehensif, mengakomodir, dinamika dan sosial masyarakat, ini yang perlu kita harmoniskan antara masyarakat yang baru datang dengan masyarakat setempat, " tandasnya. (hms36)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved