Bikin Aktivitas Bandara Tergangu, Ini Dugaan Penyebab Terkelupasnya Aspal Landasan Pacu APT Pranoto

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Salman Lumoindong mengatakan landasan pacu bandara APT Pranoto membutuhkan

Bikin Aktivitas Bandara Tergangu, Ini Dugaan Penyebab Terkelupasnya Aspal Landasan Pacu APT Pranoto
HO/Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi
Lubang di landasan pacu APT Pranoto Samarinda sudah ditambal hari ini juga dan bisa didarati pesawat esok hari 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Salman Lumoindong mengatakan landasan pacu bandara APT Pranoto membutuhkan peningkatan kapasitas.

Kebutuhan mendesak ini, seiring meningkatnya pesawat jet yang menggunakan landasan pacu sepanjang 2,250 meter ini dibandingkan perencanaan awal.

Perencanaan awal yang ia utarakan, adalah landasan pacu di APT Pranoto hanya untuk 1 penerbangan jet komersial per hari.

Kemudian lanjut Salman, ada kebijakan dan penilaian Kementerian Perhubungan yang memperbolehkan landasan pacu didarati 5 pesawat jet per harinya dengan jenis Airbus 320 dan Boeing 737 800.

"Kenyataan yang terbang sekarang lebih 20 (pesawat jet). Jadi, daya dukung tak memenuhi syarat. Itu lah terjadi tercungkil sedikit, walaupun sedikit mempengaruhi," kata Salman, Sabtu (22/6/2019) malam.

Pengaruhnya, ada 9 penerbangan dari dan menuju APT Pranoto terpaksa dipindahkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, atau terpaksa menunda keberangkatan.

Nah, karena evaluasi Kementerian Perhubungan yang menyebut desain awal landasan pacu APT Pranoto sudah kelebihan batas itulah keluar kebijakan untuk perkuatan atau peningkatan material landasan.

Saat ini, seluruh landasan pacu APT Pranoto masih menggunakan aspal berjenis dasar Asphalt Treated Base dengan ketebalan 10 cm.

Aspal ini biasa digunakan sebaga lapis pondasi atas konstruksi jalan dengan lalulintas padat. Digunakan untuk konstruksi lapis pondasi dengan beban berat.

Direncananya peningkatan material landasan pacu akan ditambah 10 centimeter dengan aspal yang lebih tahan air dan beban yang biasa disebut aspalt concrete yang dikenala tahan beban berat dan anti air. Ini, ditambah lapisan atas aspal yang lebih halus biasa disebut wearing course.

"Sepanjangan itu (2,250 meter landasan pacu). Supaya nambah daya dukung landasan pacu," ucap Salman.

Usulan itupun nampaknya bakal dianggarkan di APBD Perubahan Kaltim, dan kemungkinan dikerjakan 2020. Salman lupa persis berapa anggarannya, namun dari diperkirakan antara Rp 30an miliar.

Diceritakan Salman, setiap hari dilakukan pengecekan landasan pacu dan evaluasi. "Sudah diperiksa, tapi tak kelihatan. Tiba-tiba tadi siang jam 16.00 terjadi mengelupas ukuran 40 centimeter kalo 1 meter," katanya.

Meski begitu, ia menyebut landasan sudah diperbaiki dengan ditambal malam itu juga dan selesai. Dia mengatakan, belum ada rencana mengurangi volume penerbangan setelah ini. Masih tetap sama.

"Udah selesai (diperbaiki) besok dibuka seperti biasa. Sambil besok dicek," tandasnya.

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved