Semarak Festival Danau Semayang - Potensi Besar, Aksi Para ''Penyetrum'' Ancam Kelestarian Ikan

Namun dibalik potensi Danau Semayang, ada permasalahan yang sangat mengganggu para nelayan

Semarak Festival Danau Semayang - Potensi Besar, Aksi Para ''Penyetrum'' Ancam Kelestarian Ikan
TRIBUN KALTIM / CAHYO WICAKSONO PUTRO
Lomba Mendanau sebagai Bentuk Rasa Syukur Warga Desa Pela, Atas Melimpahnya Hasil Tangkapan Ikan, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Desa Pela merupakan satu dari delapan desa di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Desa Pela memiliki potensi perikanan air tawar yang sangat melimpah karena lokasinya tepat berada di bibir Danau Semayang.

Danau Semayang merupakan danau terbesar di Kukar dengan luas sekira 13.000 hektar.

Seluas mata memandang hanya hamparan air tanpa batas dengan gulma air yang mengapung seperti eceng gondok. Danau dalam bahasa Kutai disebut dengan kenohan.

Danau Semayang menjadi tempat berkembang biaknya ikan air tawar seperti Patin, Bilis, Gabus, Toman, Biawan, Puyu, Lais, Belida, Kendia, Lepok dan Repang.

Hampir sebagian besar penduduk di Desa Semayang bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani.

Jika Danau Semayang dalam kondisi banjir, maka warga akan bekerja mencari ikan.

Sedangkan di musim kemarau, Danau Semayang akan mengering hingga bisa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam padi dan jagung.

Jika Danau Semayang dalam kondisi air sedang dalam, maka dapat dipastikan ikan-ikan yang ditangkap nelayan akan melimpah ruah.

Bahkan dalam satu hari, seorang nelayan bisa membawa pulang ikan dari berbagai jenis hingga puluhan kilogram.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved