Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Beroperasi, Setelah Sempat Ditutup Akibat Landasan Berlubang

9 penerbangan dari dan menuju Samarinda tertunda dan dialihkan. Kejadian itu dialami oleh rombongan Komisi III DPRD Samarinda, Kalimantan Timur.

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Beroperasi, Setelah Sempat Ditutup Akibat Landasan Berlubang
Tribunkaltim.co/Nevrianto
Ilustrasi - Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur. Ada 9 penerbangan dari dan menuju Samarinda tertunda dan dialihkan. Kejadian itu dialami oleh rombongan Komisi III DPRD Samarinda, Kalimantan Timur. Pengalihan pemerbangan akibat terkelupasnya aspal, di Landasan pacu bandara APT Pranoto Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Setelah membuat 9 penerbangan dari dan menuju Samarinda tertunda dan dialihkan.

Kejadian itu dialami oleh rombongan Komisi III DPRD Samarinda, Kalimantan Timur

Pengalihan pemerbangan akibat terkelupasnya aspal, di Landasan pacu bandara APT Pranoto Samarinda, dengan ukuran 40X100 centimeter.

Dikutip dari berita sebelumnya, diceritakan ketika rombongan yang berisi belasan orang, yang baru pulang kunjungan kerja Pansus Raperda Tapal Batas di Bali, terpaksa mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Sabtu (21/6/2019) kemarin.

Dijelaskan bahwa salah satu peserta rombongan, yaitu anggota Komisi III DPRD Samarinda, Joha Fajal, pengumuman dialihkan pendaratan dari Samarinda ke Balikapapan itu ia terima dari awak kabin di pertengahan jalan. 

Setelah mendarat di SAMS Sepinggan, ia dan penumpang lainnya harus menunggu di dalam pesawat 2 jam menunggu kepastian apakah turun di Kota minyak atau tetap bisa melanjutkan perjalan ke Samarinda

"Informasi waktu itu simpang siur, apakah turun di Balikpapan atau bisa ke Samarinda," kata Joha, yang dihubungi oleh Tribunkaltim.co, pada Sabtu (22/6/2019) malam tadi di Balikpapan. 

Hingga akhirnya, maskapai memutuskan penumpang diturunkan di Balikpapan dan harus menunggu sejam untuk ambil bagasi. Yang membuat politisi Nasdem ini tambah kecewa, selain turun di kota yang berjarak 107 kilometer dari Samarinda dan harus naik travel lagi pulang ke Kota Tepian, waktunya habis terbuang. 

"Jadwal pesawat jam 5 sudah mendarat, menunggu 2 jam, tambah sejam bagasi. Akhirnya ini jam 9 malam saya masih di Balikapapan mau jalan pulang," katanya. 

Lanjut diceritakan, dikatakan bukan saat ini saja Bandata mengalami kejadian seperti ini, dalam catatan, sudah beberapa kali pendaratan di Samarinda dialihkan ke Balikapapan karena cuaca.

Halaman
123
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved