Kadis ESDM Kaltim: Pakta Integritas soal Lubang Tambang Harus Ditempel di Jidat Masing-masing

Dokumen Pakta Integritas yang ditandatangani perwakilan 116 perusahaan batubara di Kaltim itu, diteken di Balikpapan, 20 Juni 2016 lalu.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata, menegaskan setiap perusahaan batu bara di Kaltim wajib mengikuti Pakta Integritas yang ditandatangani Juni 2016 lalu.

"Harus diikuti dan harus ditempel di jidat masing-masing," kata Didit - sapaan akrab Wahyu Widhi Heranata sambil menepok jidatnya di kantornya, Senin (24/6/2019) sore, sebelum meninjau lubang tambang di Jalan Suryanata.

Dokumen Pakta Integritas yang ditandatangani perwakilan 116 perusahaan batubara di Kaltim itu, diteken di Balikpapan, 20 Juni 2016 lalu.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh perwakilan Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dirjen Minerba, Komisi VII DPR RI, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, disaksikan langsung Direktur Teknik Lingkungan, M Hendarsato.

Isi dokumen itu menyebutkan, perusahaan pertambangan batubara di Kaltim, bersedia mengamankan dan mengawasi seluruh lubang bekas tambang di areal konsesi.

Juga memastikan lubang bekas tambang yang ditinggalkan sesuai dengan Studi Kelayakan dan Dokumen Lingkungan yang disepakati.

Ada 5 poin kegiatan pengamanan yang harus dilaksanakan;

1. Memasang tanda peringatan yang tidak mudah dirusak masyarakat
2. Memagar sekeliling lubang tambang yang aksesnya dekat permukiman
3. Menjadwalkan patroli di sekitar lubang bekas tambang melibatkan masyarakat setempat, khususnya saat jam bermain anak
4. Memperkuat tanggul lubang bekas tambang untuk menjamin keamanan dan mencegah terjadinya bahaya
5. Membangun fasilitas pemipaan air distribusi ke masyarakat, apabila lubang bekas tambang itu dijadikan sumber air masyarakat.

Di bagian akhir Pakta Integritas itu tertulis apabila perusahaan tidak melaksanakan komitmen tersebut, maka bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Di lokasi tambang tempat ditemukannya Ahmad Setiawan, nyaris ke-5 poin tersebut diatas tak ditemukan.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved