Lima Tahun Lalu Batubara Lebih Banyak Diekspor, Sekarang Ini yang jadi Prioritas Pemerintah

Produksi batubara tahun 2018 dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) lalu mencapai 528 juta ton.

Lima Tahun Lalu Batubara Lebih Banyak Diekspor, Sekarang Ini yang jadi Prioritas Pemerintah
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ilustrasi Pengisian batubara ke tongkang di Desa Jembayan, Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. 

JAKARTA, tribunkaltim.co - Produksi batubara tahun 2018 dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) lalu mencapai 528 juta ton.

Dibandingkan dari Perencanaan Nasional Jangka Menengah-Panjang 2015-2019 yang menetapkan produksi hanya sebesar 413 juta ton, maka angka produksi tahun 2018 ini naik siginifikan

Dengan jumlah produksi batubara tahun 2018 yan dinilai besar, maka Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono menyampaikan, Pemerintah mulai memprioritaskan pasokan batubara ke dalam negeri.

Tampak ponton berisi batubara melintas di perairan Tarakan beberapa waktu lalu. Batu bara masih merupakan komoditas ekspor terbesar dari Kalimantan Utara.
Tampak ponton berisi batubara melintas di perairan Tarakan beberapa waktu lalu. Batu bara masih merupakan komoditas ekspor terbesar dari Kalimantan Utara. (TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN)

"Lima tahun yang lalu, kami lebih suka mengekspor batubara untuk mendapatkan pajak, tapi sekarang, secara perlahan namun pasti, kami mulai memprioritaskan kebutuhan domestik," ujar Bambang dalam acara Konferensi Tahunan Coaltrans Asia ke-25.

Sebagaimana diketahui, sambungnya, batubara memainkan peran penting tidak hanya sebagai sumber pendapatan nasional tetapi juga berfungsi sebagai konstruksi modal yang lebih ekonomis dalam memenuhi kebutuhan domestik.

Menurutnya, paradigma penambangan batubara saat ini telah berubah, tidak lagi dipandang sebagai komoditas, tetapi lebih dianggap sebagai sumber modal pembangunan. ejak tahun 2011 hingga 2017, pasar domestik telah mengalami peningkatan sebesar 27% setiap tahunnya.

"Pada tahun 2019 kami berharap untuk pasar domestik meningkat sebesar 60%," imbuhnya.

Di samping itu Pemerintah juga terus menjaga agar pengelolaan lingkungan pertambangan batubara dan pemanfaatannya akan terus ditingkatkan.

"Tantangannya menyeimbangkan antara bisnis dan konservasi. Kita concern dengan teknologi bersih. Lingkungan juga jadi perhatian utama," pungkas Bambang dalam siaran pers. (Ika Puspitasari)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id  dengan judul Tahun ini, prioritas batubara harus untuk keperluan domestik.

Halaman
12
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved