DLH Harapkan Pemuka Agama Ikut Bantu Ubah Mindset Masyarakat Agar Tidak Buang Sampah Sembarangan

masyarakat masih membuang sampah di sembarang tempat sehingga terkadang menimbulkan musibah yang cenderung ikut merugikan orang lain.

DLH Harapkan Pemuka Agama Ikut Bantu Ubah Mindset Masyarakat Agar Tidak Buang Sampah Sembarangan
Tribunkaltim.co, M Arfan
Sejumlah petugas kebersihan lengkap dengan kendaraan operasionalnya baru saja membersihkan sampah-samah sisa banjir yang melanda Bulungan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara meminta peran serta pemuka agama bekerjasama mengubah karakter masyarakat untuk mencintai dan memelihara kebersihan lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Kalimantan Utara Obed Daniel mengemukakan, mengubah karakter masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sehingga perlu pendekatan khusus, salah satunya melalui pemuka agama.

Obet Daniel
Obet Daniel (Tribunkaltim.co, M Arfan)

"Kita sepakat, masyarakat kita sudah terbiasa dengan kenyamanan. Misalnya dari berbelanja disediakan tas kresek. Jadi bagaimana kita mengubah mindset, dari biasa dimanjakan kantong kresek, diubah dengan membawa kantong yang mudah didaur ulang," ujar Obed Daniel.

Obed Daniel menjelaskan, sejak kecil masyarakat sudah terbiasa dengan ungkapan 'Kebersihan adalah Sebagian daripada Iman. Namun dalam prakteknya tidak baik.

Kebanyakan masyarakat masih membuang sampah di sembarang tempat sehingga terkadang menimbulkan musibah yang cenderung ikut merugikan orang lain.

"Mungkin tokoh-tokoh alim ulama semua lintas agama, tolong dalam kotbahnya agar menyampaikan nilai-nilai kebersihan. Misalnya bahwa membuang sampah ke sungai sembarangan itu adalah tidak baik, dosa. Kemudian merusak lingkungan itu adalah hal tidak baik dan merugikan orang lain," ujar Obed Daniel.

Obed Daniel mencontohkan, Aceh kemarin telah mengharamkan game PUBG. Hal itu bisa menjadi contoh untuk dibuat instrumen bahwa membuang sampah sembarang tempat juga hukumnya adalah haram.

"Dengan pendekatan melalui alim ulama, kita harapkan mindset, kebiasaan masyarakat kita bisa berubah agar lingkungan kita tetap terjaga, bersih, aman dari musibah," ujarnya. (Wil)

Volume Sampah Harian di Kalimantan Utara:
1. Kabupaten Bulungan (135.770 jiwa): 243,88 M3/day
2. Kota Tarakan (253.026 jiwa): 340,80 M3/day
3. Kabupaten Nunukan (193.390 jiwa): 255,06 M3/day
4. Kabupaten Malinau (83.778 jiwa): 117,70 M3/day
5. Kabupaten Tana Tidung (25.084 jiwa): 30,60 M3/day

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved