Helm SNI Abal-Abal Banyak Beredar di Pasaran; Ini Kiat Bedakan Piranti Asli dengan Palsu
Helm berpredikat SNI tentu sudah melewati pengetesan yang ketat mulai dari tes impact, tes tali pengikat helm, hingga tes penetrasi.
TRIBUNKALTIM.CO - Helm adalah salah satu piranti penting dalam urusan keselamatan berkendara dengan sepeda motor.
Sebelum dipasarkan, helm tentu mengalami serangkaian test uji kelayakan demi memenuhi standar kualitas yang ditentukan pemerintah yakni SNI.
Helm berpredikat SNI tentu sudah melewati pengetesan yang ketat mulai dari tes impact, tes tali pengikat helm, hingga tes yang terekstrem yaitu tes penetrasi.
Namun akhir-akhir ini, GridOto banyak menemukan beredarnya helm tanpa merk dengan logo SNI yang mirip dengan yang asli namun memiliki kualitas yang buruk.
Helm ini biasanya dijual dengan harga murah di bawah harga helm bermerek yang sudah dikenal.
Johannes selaku Direktur DMI produsen NHK mengatakan, helm murah non SNI atau SNI abal-abal membuat penjualan helm SNI resmi kategori low end terpukul.
Berdasarkan pantauan GridOto di beberapa penjual, helm SNI palsu ini, begitu diminati masyarakat karena dengan harga yang berbeda Rp 100 ribu lebih murah ketimbang helm SNI resmi bermerek.
Salah satu penjual helm yang tak mau disebut namanya mengungkapkan, sebagai penjual ia menjual berbagai helm mulai dari yang murah hingga yang branded, tapi helm murah meriah ini memang lebih laris.
"Orang beli helm murah dengan SNI yang diragukan ini karena budget, juga pemikiran mereka yang salah yaitu beli helm murah gak apa daripada ditilang polisi," aku penjual tersebut.
Sementara menurut LN, penjual helm, mengatakan kalau helm SNI murah meriah ini banyak diminati karena harga murah dan bobotnya ringan sementara helm bermerek banyak orang bilang berat di kepala.
"Padahal harga helm SNI berkualitas tak sebanding dengan harga biaya rumah sakit atau nyawa mereka," timpal Azwar salah satu pedagang yang hanya menjual helm bermerek.
Helm SNI asli bermerek, menawarkan kenyamanan dan keamanan yang lebih dengan standar ketebalan batok yang sudah ditentukan pemerintah.
Masyarakat memang masih banyak yang belum paham cara membedakan helm SNI yang berkualitas dengan yang abal-abal, karena saat ini logo emboss SNI pada helm sudah bisa ditiru oknum produsen helm yang nakal.
Helm SNI yang asli dapat dikenali dengan cara memperhatikan secara seksama fisik helm.
Helm SNI palsu terbuat dari bahan yang tidak berkualitas yang ringkih, mereknya tidak jelas, dan kualitas cat juga jelek.
Cikal Bakal Keharusan Pakai Helm
Terkuak fakta sejarah bahwa cikal bakal penggunaan helm saat naik motor bukan berasal dari kalangan otomotif, tapi dari Thomas Edward Lawrence yang sering disingkat T. E. Lawrence.
Ternyata bukan karena T. E. Lawrence yang bikin peraturan naik motor wajib pakai helm, justru kisahnya cukup tragis.
Lawrence dikenal sebagai biker dan nahasnya ia harus kehilangan nyawa karena kecelakaan sepeda motor pada usia 46 tahun.
Saat itu ia mengendarai Brough Superior SS100 di Dorset, Inggris.
Kecelakaan tersebut terjadi saat ia menghindari dua anak kecil yang mengendarai sepeda sehingga terjatuh lalu koma hingga meninggal enam hari kemudian pada 19 Mei 1935.
Seorang dokter ahli saraf yang memeriksa Lawrence saat koma kebetulan sedang melakukan penelitian hubungan antara kecelakaan motor dengan luka di kepala.
Dari penelitian itu disimpulkan kalau pengendara sepeda motor harus menggunakan sesuatu untuk melindungi kepalanya.
Sekadar tambahan informasi, motor yang digunakan T. E. Lawrence yaitu Brough Superior adalah motor keluaran tahun 1924 hingga 1940.
Mesinnya berkubikasi 998 cc dengan konfigurasi V-Twin dan punya tiga percepatan saja.
Meski lawas, powernya enggak main-main karena sampai 75 dk dan bisa menggapai kecepatan sampai 180 km/jam.
Salah satu Brough Superior SS100 keluaran tahun 1929 malah pernah bikin geger pelelangan di Bonhams karena laku hingga £ 286.000 atau sekitar Rp 5 miliar pada tahun 2006.
Thomas Edward Lawrence
Lanjut ke kisah T. E. Lawrence, kematiannya pada tahun 1935 gara-gara kecelakaan membuat banyak pihak yang berpendapat bahwa diperlukan sesuatu untuk melindungi kepala saat mengendarai sepeda motor.
Namun baru tahun 1957 ada helm yang diproduksi massal yaitu Bell 500 TX.
Desainnya memang masih sederhana, namun masih dijual hingga saat ini lho!
Terdiri dari lapisan luar yang keras (outer shell) dan lapisan dalam untuk menyerap benturan (inner shell).
(GRIDOTO.COM)
Subscribe Official Channel YouTube:
Baca juga:
BREAKING NEWS Wanita Tewas Mengenaskan Setelah Terjun dari Lantai 7 Hotel GTM Balikpapan
Deretan Pemain yang Bersinar di Copa America 2019, Tapi Melempem Bersama Klub Masing-masing
Kisah Luhut Binsar, 'Dihabisi' saat Orba hingga Menjadi Jenderal HOR dan Melarang Anak Masuk Akmil
Jadwal Perempat Final Copa America 2019 Setelah Argentina Lolos dari Lubang Jarum
Adian Napitupulu Disebut Jadi Menteri Jokowi, Desmond Mahesa: Masa Lalu Dia Sekjen Saya
Sumber: Waspada! Helm SNI Abal-Abal Banyak Beredar, Pemerintah Harus Ambil Langkah Tegas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/helm-256.jpg)