Kisah sedih bung Karno sebelum Lengser: Jangankan Roti, Sekadar Nasi Kecap untuk Sarapan Pun Tak Ada

Pernah dijuluki Singa Podium karena pidatonya yang berapi-api dan ditakuti oleh bangsa barat, namun di masa tuanya Soekarno bagai orang terlunta-lunta

Kisah sedih bung Karno sebelum Lengser: Jangankan Roti, Sekadar Nasi Kecap untuk Sarapan Pun Tak Ada
(WIKIPEDIA COMMONS)
Soekarno membaca naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 

TRIBUNKALTIM.CO - Tepat tanggal 21 Juni 46 tahun lalu Proklamator Indonesia, Presiden pertama negeri ini Ir.Soekarno mangkat.

Pernah dijuluki Singa Podium karena pidatonya yang berapi-api dan ditakuti oleh bangsa barat, namun di masa tuanya Soekarno bagai orang terlunta-lunta.

Bahkan ketika menjelang akhir hayatnya, beliau masih dianggap berbahaya bagi rezim yang berkuasa.

Mengutip Intisari yang menyadur dari buku "Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno" terbitan Penerbit Buku Kompas 2014 dan ditulis oleh Asvi Warman Adam, Bonnie Triyana, Hendri F. Isnaeni, M.F. Mukti.

Kisah ini bermula ketika Soekarno di penghujung tanduk kekuasaannya pada suatu pagi meminta sarapan seperti biasanya yakni roti bakar di Istana Negara.

Pelayan Istana mengatakan tak ada roti untuknya.

"Tidak ada roti." Soekarno menyahut, "Kalau tidak ada roti, saya minta pisang."

"Itu pun tidak ada," timpal pelayan Istana lagi.

Karena merasa sangat lapar, Soekarno lantas menawar lagi dengan sarapan nasi sama kecap saja.

"Nasi dengan kecap saja saya mau," kata Soekarno.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved