Soal Tambang Emas Tradisonal, DLH Sarankan Penambang Pakai Sianida, Jangan Pakai Merkuri

Penggunaan logam berat merkuri dalam penambangan emas tradisional di Sekatak, Kabupaten Bulungan

Soal Tambang Emas Tradisonal, DLH Sarankan Penambang Pakai Sianida, Jangan Pakai Merkuri
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Kalimantan Utara Obed Daniel memberi penjelasan dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (25/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR - Penggunaan logam berat merkuri dalam penambangan emas tradisional di Sekatak, Kabupaten Bulungan diakui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara sangat tidak ramah lingkungan.

Namun demikian, DLH Kalimantan Utara enggan bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan di sana. Selain karena bukan kewenangannya, lokasi tambang emas di lokasi yang dimaksud, merupakan tambang emas tradisional yang notabene tidak legal.

"Bicara kewenangan, itu masuk dalam ranah kabupaten (Pemkab Bulungan)," kata Kepala Seksi Limbah B3 DLH Kalimantan Utara Juramsah, menjawab pertanyaan Tribunkaltim.co dalam 'Respons Kaltara' yang dilaksanakan di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (25/6/2019).

DLH Kalimantan Utara lanjutnya,  tetap melakukan pendampingan bersama Dinas ESDM Kalimantan Utara bekerjasama dengan Kepolisian yang sifatnya memberi sosialisasi dampak bahaya penggunaan merkuri.

Ia menegaskan, penggunaan merkuri di Indonesia untuk semua kegiatan penambangan sudah dilarang.

"Kemarin kita sudah bentuk tim. Akan tetapi perkembangannya belum kita ketahui lagi," ujarnya.

Ia menegaskan, dampak penggunaan merkuri saat ini mungkin belum terasa. Namun sifat merkuri yang sangat sulit terurai akan memberi dampak buruk terhadap lingkungan hidup, termasuk manusia yang terpapar.

Obed Daniel, Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Kalimantan Utara menambahkan, merkuri digunakan penambang untuk memisahkan butiran emas.

Di satu sisi, penggunaannya sudah dilarang di tanah air karena sulit terdekomposisi atau terurai di alam.

"Jadi sebenarnya itu sudah diarahkan untuk penggunaan sianida," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved