Banyak Meninggal, KPU RI Wacanakan Syarat Rekrut Petugas KPPS, Tak Boleh yang Suka Merokok

KPU RI mewacanakan syarat baru rekrut KPPS. Yakni yang tidak merokok. Hal ini berkaca dari kasus ratusan KPPS yang meninggal di Pemilu 2019

Banyak Meninggal, KPU RI Wacanakan Syarat Rekrut Petugas KPPS, Tak Boleh yang Suka Merokok
tribunkaltim.co/Christoper D
Anak pertama almarhum Dany Faturrahman membasuh kuburan ayahnya sebagai penghormatan terakhir di pemakaman Kenangan, Jalan Sentosa, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI mewacanakan akan selektif memilih petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS.

Wacana ini muncul lantaran jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia saat Pilpres 2019, berjumlah ratusan.

Bahkan, KPU RI mewacanaka akan merekrut petugas KPPS yang bukan perokok.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mengaku prihatin dengan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia saat bertugas saat Pemilu serentak 2019.

Ia mengingatkan, agar ada pengetatan pengecekan medis terhadap petugas pemilu yang akan bertugas.

Wahyu mengatakan mayoritas petugas pemilu yang meninggal ternyata merupakan perokok.

Mereka juga diagnosa mengidap penyakit kardiovaskular.

"Yang bersangkutan sakit dan punya riwayat sakit.

Semua yang meninggal punya riwayat merokok. Jadi yang ngerokok jangan jadi petugas KPPS ya," kata Wahyu dalam diskusi di kantor DPP GMNI, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Wahyu membantah kabar peracunan terhadap petugas pemilu. Menurutnya, meninggalnya para petugas pemilu bukan dilandasi kesengajaan oleh pihak tertentu.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved