Banyak Orangtua Bingung Sistem Zonasi , SMPN 1 Balikpapan akan Lakukan Sosialisasi

Sistem yang digunakan dalam proses PPDB dengan menggunakan sistem zonasi ternyata masih banyak orangtua siswa yang belum paham

Banyak Orangtua  Bingung Sistem Zonasi , SMPN 1 Balikpapan akan Lakukan Sosialisasi
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Suasana beberapa orangtua murid yang sedang mencari informasi di SMPN 1 Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Dalam waktu dekat ini penerimaan siswa baru akan dimulai. Namun sayangnya, sistem yang digunakan dalam preses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi ternyata masih banyak orangtua siswa yang belum memahaminya.

Salah satunya, banyaknya persyaratan maupun mekanisme yang harus dilalui calon peserta didik baru serta proses pendaftaran secara online yang diakui banyak orangtua siswa menjadi kendala atau kesulitan.

Salah satu orang tua murid, Gandi mengaku, PPDB menggunakan sistem zonasi cukup membingungkan orangtua murid, terlebih orangtua yang tinggal di luar daerah,

sementara anaknya lulusan Balikpapan dan ingin melanjutkan pendidikan di Balikpapan.

"Saya ini tinggal di Jakarta, sedangkan anak saya sekolah di Balikpapan lulusan dari IPK dan mau masuk di SMPN 1. Padahal, zonanya itu di ring satu, tapi katanya nggak bisa, harus ikut jalur perpindahan. Ini yang buat saya bingung," kata Gandi saat ditemui di SMPN 1 Balikpapan. Rabu (26/6/2019).

Lanjut Gandi, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan harus  lebih intens melakukan sosialisasi, terutama di media sosial.

"Kita kurang informasi, itu kesulitan kami. Sosialisasinya saja masih minim, baik di media sosial dan lainnya. Kalau seperti inikan kita harus bolak-balik terus," akunya.

Sementara itu, Ketua PPDB SMPN 1 Balikpapan Sumadji mengakui bahwa orangtua murid memang belum begitu menyerap atau menerima informasi penyelenggaraan dengan maksimal.

Sehingga, tidak heran jika akhirnya masih banyak dari warga yang kebingungan hingga beberapa kali perlu mendapat bimbingan atau sosialisai.

Diakuinya, evaluasi dari tahun lalu adalah soal informasi tentang kependudukan. Biasanya ucap dia, orangtua salah persepsi karena masih ada yang menggunakan kartu domisili, sedangkan sekarang menggunakan Kartu Keluarga (KK) minimal enam bulan.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved