Denda bagi Pelanggan yang Batalkan Perjalanan, Ini Kata Driver Ojek Online

Aplikator transportasi berbasis online Grab mulai 17 Juni 2019 lalu memberlakukan denda bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan.

Denda bagi Pelanggan yang Batalkan Perjalanan, Ini Kata Driver Ojek Online
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Ojek online Grab di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Aplikator transportasi berbasis online Grab mulai 17 Juni 2019 lalu memberlakukan denda bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan.

Saat tribunkaltim.co meminta keterangan kepada driver ojek online yang ada di Kaltim, Ketua perkumpulan Driver Ojek Online Kaltim, Muhammad Samsi Arifin  mengungkapkan, bahwa peraturan tersebut benar adanya,

demi untuk memberikan rasa aman kepada driver yang seringkali mendapat perlakuan iseng dari pelanggannya, yang membatalkan secara sepihak pesanan yang telah dipesan.

Namun dikatakan, bahwa peraturan tersebut masih dalam masa uji coba, yang dilakukan oleh pusat, dan hanya berlaku di kota besar saja, selama uji coba tersebut.

"Iya betul, tapi untuk di kota-kota besar saja, kalau di Kaltim belum diberlakukan. Karena baru uji coba saja," ucap Muhamad Samsi Arifin, Ketua Perkumpulan Ojek Online Kaltim, Rabu (26/6/2019).

Besaran sanksi tersebut, ia mengatakan bahwa bila terjadi pada pengemudi Ojek Online roda 2 maka akan dikenai denda sebesar Rp. 1.000, untuk pelanggan yang memesan driver mobil, denda sebesar Rp. 3.000.

"Untuk Grab Bike Rp 1000 dan untuk Grab Car Rp 3000, tapi setahu saya masih uji coba di Lampung dan Palembang saja, dan Jakarta," ungkapnya 

Ia menjelaskan, pemotongan sanksi tersebut  akan langsung dipotong dari saldo aplikasi yang digunakan oleh customernya.

"Akan dipotong dari saldo si pelanggan itu, contoh : hari ini cs order dan pembayaran cash, dia tidak punya saldo di aplikasi, terus besoknya dia top up saldo, itu langsung dipotong. Jadi tidak bisa mengelak," jelasnya.

Dirinya mengaku tidak terlalu sepakat dengan sistem baru yang akan diberlakukan tersebut, namun untuk melindungi pengemudi dari penipuan yang merugikan,

Halaman
12
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved