Gubernur Irianto Sebut KBM Tanjung Selor Dikonsep Ramah Lingkungan dan Smart City

"Siapa berbuat apa, siapa melakukan apa, siapa bertanggungjawab apa, itu sudah disusun matriknya," ujar Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie

Gubernur Irianto Sebut KBM Tanjung Selor Dikonsep Ramah Lingkungan dan Smart City
Tribunkaltim.co, M Arfan
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyimak penjelasan dari Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara Suheriyatna saat memantau lokasi Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Gunung Seriang, Tanjung Selor, beberapa waktu lalu. 

"Siapa berbuat apa, siapa melakukan apa, siapa bertanggungjawab apa, itu sudah disusun matriknya," ujar Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berharap tahun 2020, kegiatan fisik di lokasi pusat pemerintahan KBM Tanjung Selor sudah dapat dimulai.

"Siapa berbuat apa, siapa melakukan apa, siapa bertanggungjawab apa, itu sudah disusun matriknya," ujar Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. Dia berharap, usulan hadirnya sarana dan prasarana pendidikan dan olahraga bertahap internasional bisa direalisasikan. (Wil)

KONSEP KBM TANJUNG SELOR:

**Penggunaan energi terbarukan (tenaga surya, energi angin)
**Penghijauan di seluruh elemen kota (RTH, kolam penampungan, sumur resapan, lubang biopori.
**Pemanfaaran air terbarukan (recycle air dari penampungan air hujan, air sungai, danau, atau reserve osmosis air laut).
**Sistem public transport (monorail, bus umum, busway, kereta/MRT, water bus/taxi, kapal pesiar sunagi).
**Sistem pembuangan air kotor komunal ramah lingkungan (sistem ponding, pengolahan limbah alami/organic treatment).
**Penanganan sampah terpadu (pemilahan jenis sampah dan daur ulang).
**Seluruh komponen kota harus menggunakan material green labels (hasil recycle berwawasan lingkungan, tidak membahayakan kesehatan, non B3).
**Green street konsep Zerro Run Off (semua air hujan di atas permukaan jalan dimasukkan ke bioretension).
**Konsep bio retension (seluruh air hujan dialirkan meresap ke tanah).
**Konsep Zerro Run Off (penggunaan sumur resapan, membuat kolam-kolam/embung atau pond, danau-danau buatan untuk menampung air permukaan pada saat hujan).
*Kemandirian air bersih (penggunaan air sungai dibersihkan dengan konsep “weatland”/filtering untuk air bersih kota disimpan di water reservoir).

ASPEK STRATEGIS:

**Mempunyai kemampuan tumbuh dan berkembang
**Dapat berperan sebagai pusat pengembangan wilayah
**Tidak bertentangan dengan strategi pengembangan kota-kota dalam lingkungan lebih luas

ASPEK TOPOGRAFI

**Mudah menerima pembangunan (tersedia lahan, topografi, dan kemampuan tanah) yang dapat mendukung pembangunan kota.
**Memiliki persoalan terkecil (banjir, erosi, dan bencana alam lainnya).
**Lebih baik dalam penyediaan fasilitas dan utilitas kota.

Sumber: Dinas PUPR Perkim Kalimantan Utara. (Wil)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved