Berita Pemprov Kalimantan Utara

Program P-KRPL Berjalan, Ini Daftar Bantuan yang Diterima Kelompok Wanita Tani

Program Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (P-KRPL) di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah mulai berjalan.

Program P-KRPL Berjalan, Ini Daftar Bantuan yang Diterima Kelompok Wanita Tani
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie 

TANJUNG SELOR - Program Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (P-KRPL) di Kalimantan Utara (Kaltara) sudah mulai berjalan.

Sejak April 2019, dana untuk kegiatan yang merupakan salah satu program Kementerian Pertanian itu, telah disalurkan rekening Kelompok Wanita Tani (KWT) yang masuk dalam daftar program tersebut.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, P-KRPL adalah program pengembangan komoditi pangan yang berbasis sumber daya lokal, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

"Informasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, program ini telah mulai direalisasikan. Bantuan langsung ke rekening Kelompok Wanita Tani (KWT) sejak April 2019 lalu," kata Gubernur.

Pendanaan P-KRPL berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan ditransfer ke rekening masing-masing kelompok. Sesuai data di DPKP Kaltara, pada 2019 ini, program P-KRPL terbagi dua.

Yaitu, bantuan untuk 21 Kelompok Wanita Tani sesuai Keputusan PPK DPKP Nomor: 237/DPKP-VI, tentang penetapan penerima manfaat kegiatan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui kawasan rumah pangan lestari tahap tenumbuhan.

Kemudian, yang kedua, bantuan kepada 26 Kelompok Wanita Tani sesuai Keputusan PPK DPKP Nomor: 207/DPKP-VI, tentang penetapan penerima manfaat kegiatan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui kawasan rumah pangan lestari tahap pengembangan.

Irianto yang didampingi, Kepala DPKP Kaltara, Andi Santiaji mengatakan, bantuan KRPL ini, selain untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pangan keluarga, juga dapat menambah penghasilan keluarga. Di mana dari hasil penjualan kelebihan produksi sayur atau hasil ternak bisa memberikan pemasukan.

"Sehingga Ibu-ibu tidak perlu belanja harian lagi untuk memenuhi kebutuhan harian mereka dan tidak tergantung lagi pada harga pangan yang ada di pasar. Karena sudah tersedia di halaman rumah mereka minimal ketahanan pangan keluarga terpenuhi," ujarnya.

“Penerima manfaat bantuan KRPL ini diusulkan dari kabupaten/kota, kemudian mereka membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) ditingkat kabupaten/kota dan telah melalui proses verifikasi. Diharapkan dalam satu desa terdapat satu kelompok yang kita berikan bantuan dengan besaran Rp50 juta," terang Andi Santiaji.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved