Sebelum Menceburkan Diri ke Sungai Mahakam, Korban Sempat Kirim Pesan Melalui SMS

Tiba-tiba, sekitar pukul 05.45 Wita, istrinya menelpon. Pada percakapan yang jadi percakapan terakhir dengan istrinya itu

Sebelum Menceburkan Diri ke Sungai Mahakam, Korban Sempat Kirim Pesan Melalui SMS
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
TENGGELAM - Cara tradisional juga dilakukan pada pencarian korban tenggelam di sungai Mahakam, Jalan Gerbang Dayaku, Gang Mahakam 17, Loa Duri, Kutai Kartanegara (Kukar), didekat jetty PT BBE, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Pria berusia 36 tahun ini tidak henti-hentinya menitikan air mata. Maksimus masih belum percaya istrinya nekat menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

Ditemui di lokasi kejadian, Maksimus mengaku dirinya dan istrinya tidak sedang terlibat  pertengkaran.

Tapi menurutnya, istrinya tersebut memang ia kenal sebagai sosok yang pendiam dan cukup tertutup. Bahkan, dirinya jarang mendengarkan keluhan dari istrinya itu.

"Tidak ada kelahi atau masalah dengan saya. Tapi, dia itu memang tertutup, jarang cerita kalau ada masalah atau keluhan," ucapnya Kepada Tribunkaltim.co, Rabu (26/6/2019).

"Tapi orangnya ini ceria saja." katanya.

Ia  menjelaskan, Rabu (26/6) pagi tadi,  tidak mengetahui jika istrinya keluar rumah menuju pinggir Sungai Mahakam, pasalnya saat itu ia  sedang tidur.

Tiba-tiba, sekitar pukul 05.45 Wita, istrinya menelpon. Pada percakapan yang jadi percakapan terakhir dengan istrinya itu, Maksimus dibuat bertanya-tanya dengan ucapan istrinya.

Istrinya mengatakan, untuk menjaga baik-baik Claudio Neba (7), anak satu-satunya korban dengan Maksimus.

"Dia bilang, agar jaga baik-baik Claudio," tuturnya lirih.

Selain itu, istrinya berucap, jika hendak menemui dirinya, Maksimus diminta untuk mencari di sungai.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved