Sosialisasi Proyek Pembangunan KAB akan Dilanjutkan Besok di Balikpapan

Proyek Pembangunan Kereta Api Borneo PT. KAB di bawah naungan Russian Railways yang kurang lebih 4 tahun berhenti, akan menemukan titik terang.

Sosialisasi Proyek Pembangunan KAB akan Dilanjutkan Besok di Balikpapan
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
KELANJUTAN KERETA API - Tim terpadu kementerian didampingi Wakil Gubenur Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud serta perwakilan Russian Railways meninjau Kondisi lahan proyek kereta api Kalimantan di kawasan Industri Buluminung Penajam Paser Utara, Rabu (26/6). Tim terpadu kementerian dan Wakil Gubernur Kaltim serta pihak Russian Railways dan rombongan melaksanakan peninjauan di lokasi pembangunan rel kereta api untuk membahas kelanjutan proyek tersebut 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Proyek Pembangunan Kereta Api Borneo (KAB) oleh PT. KAB di bawah naungan Russian Railways yang kurang lebih 4 tahun berhenti, akan menemukan titik terang.

Kedatangan tim terpadu yang dibentuk  Pemerintah Republik Indonesia, Direktur PT KAD dari Rusia, yang didampingi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meninjau lokasi pembangunan proyek di Kawasan Industri Buluminung pada Rabu, (26/6/2019) pagi tadi, merupakan tidak lanjut dari keseriusan mereka untuk berinvestasi di Benuo Taka.

"Pihak Rusia ingin segera mempercepat proses pembangunannya," kata Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud, yang ditemui usai rapat sosialisasi proyek pembangunan rel kereta api pertama di Kalimantan Timur.

Namun, karena banyak hal yang harus didiskusikan untuk menemukan solusi setelah peninjauan lokasi oleh tim terpadu tersebut, rencananya pertemuan sosialisasi akan dilanjutkan besok, Kamis (27/6/2019) di Kota Balikpapan.

"Besok masih ada pertemuan untuk diskusi lanjutan di Balikpapan," tuturnya.

Setelah tahap sosialisasi terkait lokasi proyek pembangunan selesai, Pemerintah Rusia akan bertandang ke Indonesia, tepatnya di DKI Jakarta pada tanggal 1 hingga 4 Juli 2019, untuk membahas tindak lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Salman Lumuindong menuturkan, untuk melanjutkan proyek pembangunan kereta api ini, dibutuhkan dari keseriusan PT KAB.

"Karena pengurusan izin-izinnya belum ada baik izin ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi," ungkapnya.

Izin yang dimaksud adalah rencana perubahan fungsi, yakni dari rencana awal kereta khusus barang menuju kereta umum.

KELANJUTAN KERETA API - Kondisi lahan proyek kereta api Kalimantan di kawasan Industri Buluminung Penajam Paser Utara, Rabu (26/6). Tim terpadu kementerian dan Wakil Gubernur Kaltim serta pihak Russian Railways dan rombongan melaksanakan peninjauan di lokasi pembangunan rel kereta api untuk membahas kelanjutan proyek tersebut
KELANJUTAN KERETA API - Kondisi lahan proyek kereta api Kalimantan di kawasan Industri Buluminung Penajam Paser Utara, Rabu (26/6). Tim terpadu kementerian dan Wakil Gubernur Kaltim serta pihak Russian Railways dan rombongan melaksanakan peninjauan di lokasi pembangunan rel kereta api untuk membahas kelanjutan proyek tersebut (TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN)

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi menuturkan, Pemerintah Pusat membentuk tim terpadu merupakan bukti keseriusan untuk menjadikan proyek ini sebagai proyek unggulan dari Proyek Strategis Nasional.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved