Berita Pemkab Kutai Barat

1.949 Anak Misionaris Ikuti Jambore Serikat Kapausan di Barong Tongkok

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dan dibuka oleh Sekda Kabupaten Drs Yacob Tullur MM, Selasa sore (25/6/2019).

1.949 Anak Misionaris Ikuti Jambore Serikat Kapausan di Barong Tongkok
HUMASKAB KUBAR
1.949 peserta dari 24 Paroki se Provinsi Kaltim mengikuti Jambore Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner Indonesia (Sekami) Keuskupan Agung Samarinda di Gereja Katolik Center Santo Thomas Aquinas Barong Tongkok, Kutai Barat, Selasa (25/6/2010). 

SENDAWAR - Sebanyak 1.949 peserta dari 24 Paroki se Provinsi Kaltim mengikuti Jambore Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner Indonesia (Sekami) Keuskupan Agung Samarinda yang dilaksanakan di Gereja Katolik Center Santo Thomas Aquinas Barong Tongkok.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dan dibuka oleh Sekda Kabupaten Drs Yacob Tullur MM, Selasa sore (25/6/2019).

Dalam sambutan tertulis Bupati FX Yapan SH Temenggung Singa Praja yang dibacakan Sekda Yacob Tullur menyatakan, Jambore Sekami menjadi sarana pembinaan kerohanian kepada para generasi penerus agar mampu menjadi pribadi yang sejak dini berkualitas.

Bukan hanya memiliki iman yang mumpuni tetapi juga memiliki kepekaan dan kepedulian akan sesama serta menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan dalam memajukan Kaltim.

Turut hadir perwakilan Uskup Agung Keusukupan Agung samarinda dalam hal ini Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda Romo Diosesan Moses Komela, Direktur Pusat Pastoral KASRI, Asisten III, Bimas Katolik Kaltim Longginus, serta para kepala PD dilingkungan Pemkab Kubar.

Bupati atas nama Pemkab Kutai Barat mengapresiasi kegiatan semacam ini, dimana kegiatan yang pertama kali diselenggarakan ini memilih Kubar sebagai tempat penyelenggarannya. Ini suatu kehormatan bagi Kubar karena boleh menjadi tuan rumah bagi seluruh anak-anak Sekami se-Kaltim.

"Selamat datang kepada seluruh peserta Jambore Sekami 2019 di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Kiranya agenda ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar," ujar Bupati.

Bupati juga menuturkan sesuai tema 'Sukacita Injil Dalam Keragaman Budaya' hal tersebut sangat jelas mengisyaratkan bahwa sejak dini anak-anak harus mengetahui bahwa Indonesia yang terdiri dari ragam suku bangsa, bahasa dan adat budaya harus terus menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara kita.

Di era millenial ini jika tidak kita tanamkan norma-norma agama yang berlaku didalam masyarakat, maka akan semakin membawa anak-anak kita untuk nantinya cenderung mementingkan ego sektoral bahkan memilih kelompok dan membedakannya.

Saat ini kita harus akui budaya kebersamaan dalam keberagaman dan gotong royong mulai luntur terkikis seiring perkembangan jaman.

Dengan kegiatan ini tentunya membawa pengaruh, dampak, semangat dan motivasi yang sangat positif dan membangun yang memberikan pemahaman kepada para peserta yang terdiri dari pelajar SD dan SMP untuk menjadi generasi emas yang sangat berkualitas yang sadar dan mampu hidup.

Bupati berpesan kepada Komisi Kepausan kiranya dapat terus menjalin kerjasama dengan pemerintah, kelompok-kelompok kategorial dan kelompok ormas lainnya sehingga program-program seperti ini dapat terus didukung dan dapat menunjang program pemerintah daerah.

Selain itu juga setiap program kegiatan yang dilaksanakan harus tetap dilakukan evaluasi sehingga dapat melihat sejauh mana kegiatan ini dapat terserap dan berjalan dengan sukses sesuai maksud dan tujuannya.

Setiap kegiatan tentunya saja dilaksanakan dengan pendanaan yang tidak sedikit oleh sebab itu optimalisasinya menjadi capaian yang penting. (hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved