Pilpres 2019

Klaim PA 212, Sebanyak 1 Juta Orang akan Hadir di MK Hari Ini, BPN Enggan Dikaitkan

Klaim dari PA 212 akan mendatangkan massa sebanyak lebih dari 1 juta orang pada aksi yang akan digelar di depan Mahkamah Konsitusi Hari Ini

Klaim PA 212, Sebanyak 1 Juta Orang akan Hadir di MK Hari Ini, BPN Enggan Dikaitkan
TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Sejumlah mobil satelit televisi swasta terparkir di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO -  Sejumlah organisasi berencana menggelar aksi turun ke jalan bertepatan dengan putusan sidang MK hari ini, Kamis (27/6/2019).

Mahkamah Konstitusi akan menggelar putusan sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 mulai pukul 12.30 WIB.  

Klaim dari Persaudaraan Alumni  atau PA 212 akan mendatangkan massa sebanyak lebih dari 1 juta orang pada aksi yang akan digelar di depan Mahkamah Konstitusi hari ini.

Wakil Ketua PA 212 Ustaz Asep Syarifudin dalam orasinya menyerukan agar massa yang hadir pada hari ini mengajak saudara dan kawan untuk kegiatan esok hari.

"Massa 212 yang hadir hari ini antum-antum silakan WhatsApp teman-teman 212 besok (hari ini) kumpul minimal 1 juta orang," ujar Asep dari mobil komando di depan Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Suasana massa aksi yang berkumpul di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). Aksi massa ini digelar jelang putusan Sidang MK hari ini, Kamis (27/6/2019).
Suasana massa aksi yang berkumpul di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019). Aksi massa ini digelar jelang putusan Sidang MK hari ini, Kamis (27/6/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Menurut Asep, aksi dari para alumni 212 sebagai wadah gerakan kedaulatan rakyat untuk kemanusiaan.

"Kami minta jika besok ada massa yang ingin datang ke sidang MK untuk tidak dihalang-halangi. Hari Senin ke Polda Metro bahwa kami akan halal bihalal.

Persidangan di Mahkamah Konsitusi terbuka untuk umum, jadi kalau ada rakyat yang mau hadir boleh tidak? Boleh.

Jadi polisi harus kawal, agar tidak ada yang rusuh. Jangan dilarang," kata orator.

"Wahai polisi, kami datang kemari bukan demo terhadap anda, bukan untuk perang dengan polisi tapi untuk menguatkan Mahkamah Konstitusi untuk buat keputusan seadil-adilnya," lanjut Asep.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved