Berita Pemkab Mahakam Ulu

Baru 16 Kampung Teraliri Listrik, Bupati Mahulu Temui Kementerian ESDM di Jakarta

16 kampung terlayani listrik dan 34 kampung lainnya masih banyak menggunakan sumber-sumber listrik mandiri seperti genset dan sebagainya.

Baru 16 Kampung Teraliri Listrik, Bupati Mahulu Temui Kementerian ESDM di Jakarta
HUMASKAB MAHULU
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH didampingi Sekretaris Daerah Drs Yohanes Avun, MSi melakukan audiensi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019). 

JAKARTA - Guna mempercepat rencana pembangunan dan pengembangan tenaga kelistrikan di Kabupaten Mahakam Ulu, Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH didampingi Sekretaris Daerah Drs Yohanes Avun, MSi melakukan audiensi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Bupati mengatakan, tujuan audiensi ini ingin menyampaikan bagaimana kondisi pembangunan di Mahulu saat ini, dengan berbagai hambatan serta menyampaikan potensi yang ada, sehingga dapat dikembangkan dalam melaksanakan percepatan pembangunan.

"Dengan harapan kita bisa bersama-sama mengambil kebijakan apa yang didilakukan oleh Pemkab Mahulu bersama pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM guna melakukan percepatan pembangunan di Mahulu," jelas Bupati.

Dikemukakan, sekarang ini pemenuhan sumber daya listrik di Mahulu sangat mendesak. Mengingat sumber pembangkit listrik yang ada, masih sangat kurang dan sangat terbatas, tidak dapat dinikmati seluruh kampung yang berada di Mahulu.

"Dari 50 kampung baru, 16 kampung terlayani listrik dan 34 kampung lainnya masih banyak menggunakan sumber-sumber listrik mandiri seperti genset dan sebagainya.

Kondisinya pun tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik setiap jam, dikarenakan terbatasnya dana dalam membeli bahan sumber energinya,"terangnya.

Sebagai kabupaten termuda di Kalimantan Timur, dan juga merupakan daerah perbatasan langsung dengan Malaysia, tentunya pemerintah daerah beserta masyarakatnya, sangat mengharapkan dukungan pemerintah pusat guna melakukan percepatan pembangunan di berbagai aspek, terutama insfrastruktur dasar.

"Bukan pekerjaan yang mudah bagi pemerintah daerah mengubah daerah Mahulu menjadi maju, dan layak disebut sebagai beranda terdepan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu tanggung jawab membangun Mahulu, bukan hanya Pemkab, DPRD dan masyarakat Mahulu, namun juga tanggang jawab pemrov dan pusat," tegas Bupati.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM Dr Ir Dadan Kusdiana, M.Sc menyatakan sangat mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan Pemkab Mahulu untuk percepatan pembangunan dan siap mendukung sesuai kewenangannya.

"Melalui pertemuan yang sangat baik ini, dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat guna mendukung percepatan pembangunan di Mahulu, dan yang tidak kalah pentingnya usai pertemuan ini harus ada tindaklanjut dari kedua belah pihak," harapnya.

Dana mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi kelautan.

Turut hadir pula mendampingi Bupati, Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, SE,MBA, anggota DPRD Komisi III Weni, Peneliti Bapelitbangda Provinsi Kaltim Prof. Dr. Syachrumsyah Asri, SH,MSi.,APU dan sejumlah pimpinan OPD, Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Mahulu serta para pejabat du Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM. (hms8)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved