Kejuaraan Bulutangkis Difabel Digelar di Balikpapan, Berau dan Mahulu Absen

Sebanyak 73 atlet difabel mengikuti kejuaraan bulutangkis National Paralympic Committee (NPC) Kaltim, di lapangan bulutangkis Sepinggan Pratama.

Kejuaraan Bulutangkis Difabel Digelar di Balikpapan, Berau dan Mahulu Absen
TribunKaltim.Co/Fachmi Rachman
Pembukaan kejuaraan bulutangkis difabel yang digelar oleh NPC Balikpapan, Jumat (28/6/2019) di Aula Sepinggan Pratama. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sebanyak 73 atlet difabel mengikuti kejuaraan bulutangkis National Paralympic Committee (NPC) Kaltim,  yang digelar  di lapangan bulutangkis Sepinggan Pratama, Jumat (28/6/2019).

Ada delapan kontingen kabupaten/kota mengikuti kejuaraan tersebut dengan tiga kelas yang dipertandingkan, kelas lower, upper, dan TRW (Tuna Rungu Wicara).

Dalam kejuaraan ini Kabupaten Berau absen lantaran terkendala anggaran, sementara itu Kabupaten Mahulu yang juga absen di kejuaraan ini belum terbentuk Pengcab  NPC.

Even khusus atlet difabel ini selalu rutin digelar setahun sekali. Hanya saja cabor yang dipertandingkan  belum banyak.

"Memang maksud saya kemarin itu kalau bisa jangan bulutangkis saja, karena masih ada cabor lain yang belum digelar seperti renang, tenis meja, volley duduk. Karena kita sudah punya atlet level dunia," katanya , Ketua Pengkot NPC Balikpapan Suharyanto, kepada Tribunkaltim.co, Jumat (28/6/2019).

Benar saja, atlet difabel Balikpapan sudah sering mengikuti kejuaraan dunia tingkat Asia. Seperti Guntur dan Isnan Ali di cabor renang dan Muhammad Yusuf di cabor tenis meja yang langganan mengikuti Asian Paragames. Apalagi ketiganya diprediksi bakal kembali mengikuti Asian Paragames di Manila, Filipina.

Suharyanto sangat berterima kasih atas apresiasi pemerintah yang sudah sangat peduli dengan atlet difabel. Hanya saja pendanaan anggaran masih belum maksimal sehingga terkendala untuk menggelar kejuaraan Paralimpik, seperti yang mestinya juga digelar yaitu Para Porprov Kaltim.

Suharyanto yang juga baru saja terpilih sebagai Ketua NPC Kaltim mengatakan bahwa, saat ini masih dalam komunikasi atau audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. Tinggal menunggu kabar dari Gubernur Kaltim terkait jadi atau tidaknya digelar Para Porprov.

"Saat ini masih akan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim  terkait even-even yang digelar termasuk Para Porprov," katanya. (*)

Subscribe Official YouTube Channel:

Halaman
12
Penulis: Arif Fadilah
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved