Tanaman dan Buah Online Potensi Bawa Lalat Buah ke Indonesia, Begini Penjelasan Balai Karantina

Siapa sangka resiko besar membuntuti konsumen yang membeli tanaman atau hasil tanaman hingga hewan melalui online

Tanaman dan Buah Online Potensi Bawa Lalat Buah ke Indonesia, Begini Penjelasan Balai Karantina
TRIBUN KALTIM / SITI ZUBAIDAH
Abdul Rahman Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Siapa sangka resiko besar membuntuti konsumen yang membeli tanaman atau hasil tanaman hingga hewan melalui online. Potensi hama penyakit besar ke Indonesia melalui pembelian online.

Sebab sebagian besar tak terjamin keamanannya, dengan tak dilengkapi sertifikat kesehatan perkarantinaan sesuai prosedur. Ancaman seperti lalat buah yang sering dijumpai pada buah impor, bukan tak mungkin jadi hama pengganggu di Indonesia.

"Sama dengan buah-buah masuk dari bandara. Ada tentengan isi 2 biji tetap kita tahan, karena di dalam buat tersebut ada potensi terbawa telur larva yang bisa membawa lalat buah. Kita takut buah-buah tropis kita terancam," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan, Abdul Rahman, Jumat (28/6/2019).

Menghadapi tantangan tersebut,  pihaknya mengaku memperketat  penjagaan pintu masuk barang di Balikpapan. Seperti di bandara, pelabuhan, kantor pos dan jasa ekspedisi di Balikpapan.

"Kami kerjasama dengan Bea Cukai yang punya X-ray. Semua barang masuk bisa terdeteksi. Begitu kelihatan ada tanaman, hasil tanaman atau hewan yg masuk, langsung bea cukai serahkan ke karantina," ungkapnya.

Penahanan 14 hari jadi penindakan pertama, bila tak dilengkapi dokumen sah karantina. Bila tak mampu menunjukkan maka barang tersebut sah untuk dimusnahkan oleh pihak karantina.

"Lebib banyak lewat udara. TIKI dan JNE semua lewat bandara, dia masuk lewat X-ray. Kami juga sudah lakukan edukasi ke semua ekspedisi yang ada," akunya.

Dengan segala kemudahan dan kemurahan yang ditawarkan penyedia barang di online, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat lebih waspada.

Tak mudah terpengaruh dengan harga murah, sementara tak menawarkan jaminan keamanan.

"Kalau mau membeli online ditanyakan dulu pada penjual, apakah bisa dilengkapi dokumen kesehatan negara sana. Jangan langsung dibeli, tanpa ada surat. Itu yang banyak terjadi di sini," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved