Transportasi Online di Kaltim Masih Berpotensi Besar, Ini Kata Bank Indonesia

Laju penetrasi e-commerce yang cukup tinggi, juga berbanding lurus dengan penggunaan moda transportasi online di Kaltim yang semakin meningkat

Transportasi Online di Kaltim Masih Berpotensi Besar, Ini Kata Bank Indonesia
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Muhammad Nur 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Laju penetrasi e-commerce yang cukup tinggi, juga berbanding lurus dengan penggunaan moda transportasi online di Kaltim  yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, tercatat pada triwulan I 2019, transaksi transportasi online di Kaltim yang mencapai 4,96 juta transaksi atau tumbuh sebesar 8,13 persen (qtq), relatif melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang pertumbuhannya mencapai 16,7 persen (qtq).

Namun, perlambatan pertumbuhan tersebut juga terjadi di tingkat Kalimantan maupun nasional di mana pada triwulan I 2019.

"Perlambatan pertumbuhan juga terjadi di tingkat Kalimantan dan Nasional yang hanya mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 17,03 persen (qtq) dan 15,39 persen (qtq) lebih rendah,

dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh masing-masing sebesar 17,55 persen (qtq) dan 23,26 persen (qtq)," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kpw BI Kaltim), Muhamad Nur, pada Jumat (28/6).

Hal tersebut terjadi karena jumlah transaksi transportasi online di Kalimantan maupun Kaltim masih memiliki pangsa yang sangat rendah dibandingkan transaksi nasional,

dimana tercatat pangsa transaksi transportasi online di Kalimantan dan Kaltim hanya berkontribusi masing-masing sebesar 2,90 persen dan 1,50 persen terhadap total transaksi nasional.

"Itu menandakan potensi perkembangan transportasi online di Kalimantan maupun di Kaltim masih sangat besar dan perlu ditingkatkan," ujarnya.

Menurut tipe transaksinya, transaksi transportasi online di Kaltim didominasi oleh  jasa transportasi motor mencapai 2,39 juta transaksi atau 48,2 persen dari total transaksi,

kemudian diikuti oleh jasa antar makanan sebesar 33,1 persen dan jasa transport mobil sebesar 14,8 persen terhadap total transaksi.

Halaman
1234
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved