Transportasi Online di Kaltim Masih Berpotensi Besar, Ini Kata Bank Indonesia

Laju penetrasi e-commerce yang cukup tinggi, juga berbanding lurus dengan penggunaan moda transportasi online di Kaltim yang semakin meningkat

Transportasi Online di Kaltim Masih Berpotensi Besar, Ini Kata Bank Indonesia
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Muhammad Nur 

"Hal tersebut menandakan bahwa geliat digitalisasi transaksi e-commerce di Kaltim maupun Kalimantan masih perlu ditingkatkan, seiring dengan besarnya potensi yang tercermin dari pertumbuhan transaksi e-commerce yang menunjukan tren positif," tukasnya.

Jika ditinjau menurut metode pembayaran yang dilakukan, 66 persen transaksi e-commerce di Kaltim dilakukan melalui transfer bank dan menjadi metode pembayaran paling dominan, disusul oleh pembayaran melalui kios atau minimarket sebesar 13 persen dan e-money sebesar 11 persen.

Jika dikelompokkan menjadi kelompok non tunai dan tunai, tercatat transaksi e-commerce di Kaltim yang menggunakan metode pembayaran nontunai mencapai 98,68 persen di triwulan I 2019 atau relatif mengalami penurunan jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 99,75 persen.

Namun persentase metode pembayaran non tunai Kaltim tersebut merupakan capaian yang paling tinggi, apabila dibandingkan capaian rata-rata provinsi di Kalimantan dan nasional yang masing-masing tercatat sebesar 98,19 persen dan 98,47 persen.

Hal tersebut, menurut Nur menandakan bahwa transaksi non tunai di Kaltim terakselerasi dengan semakin meningkatnya aktivitas jual beli melalui e-commerce.

Berdasarkan rentang usianya, kelompok dengan rentang usia 22-29 tahun merupakan kelompok yang paling banyak melakukan transaksi e-commerce di Kaltim dengan persentase sebesar 42,01 persen dari total transaksi, disusul oleh rentang usia 30-44 tahun dan 13-21 tahun dengan persentase masing-masing sebesar 41,36 persen dan 9,83 persen.

Dari capaian tersebut, Nur menyimpulkan bahwa transaksi e-commerce didominasi oleh penduduk di rentang usia produktif karena pada umumnya masyarakat yang berada di rentang usia tersebut sudah memiliki penghasilan tetap dan terbiasa melakukan transaksi keuangan secara mandiri.

Berdasarkan kategori produknya, produk fashion merupakan produk yang paling banyak diperjualbelikan dalam transaksi e-commerce, dengan persentase mencapai 34,09 persen dari total transaksi.

"Setelah itu, disusul oleh produk personal care & kosmetik serta handphone & aksesoris dengan persentase masing-masing sebesar 15,02 persen dan 14,02 persen," katanya. (*)

Subscribe Official YouTube Channel:

Halaman
1234
Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved