Pilpres 2019

Kapolri dan KPU Imbau tak Ada Pengerahan Massa saat Penetapan Calon Terpilih, Ini Penjelasan Tito

Saat Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak ada mobilisasi massa.

Kapolri dan KPU Imbau tak Ada Pengerahan Massa saat Penetapan Calon Terpilih, Ini Penjelasan Tito
Wartakota/Henry Lopulalan
Suasana Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 yang membahas kerja panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Kuala Lumpur di kantor KPU, Jakarta, Senin (20/5/2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan calon terpilih, Minggu (30/6/2019) besok. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Minggu (30/6/2019) KPU akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih. 

Saat Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak ada mobilisasi massa.

Tito Karnavian mengingatkan mobilisasi massa berpotensi ditunggangi pihak ketiga yang diduga ingin membuat kekacauan.

Jumat (28/6/2019) di Mabes Polri, Tito Karnavian mengatakan, "Saya mengimbau masyarakat untuk tidak perlu lakukan mobilisasi massa kembali, karena mobilisasi massa itu rawan nanti pihak ketiga mendompleng.

Saat Penetapan Calon Terpilih Ia berkaca pada peristiwa kerusuhan 21-22 Mei saat aksi menolak hasil Pilpres 2019 di area sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat.

Tito Karnavian menuturkan, aksi tersebut berjalan damai namun disusupi oleh pihak ketiga yang kemudian berakhir ricuh.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat ditemui di ruang Rupatama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat ditemui di ruang Rupatama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019). (KOMPAS.com/Devina Halim)

Selain itu, mobilisasi juga dinilai tidak perlu mengingat rapat pleno penetapan tersebut dapat disaksikan melalui media massa.

"Kita cukup menyaksikan saya kira dari rumah masing-masing, dari gadget masing-masing, bisa online, live streaming, segala macem, tanpa perlu mobilisasi," ujarnya.

Namun, Tito menegaskan bahwa polisi akan bertindak tegas jika terjadi tindakan melanggar hukum.

Penindakan akan melakukan pendekatan persuasif dan secara terukur.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved