Jadi Peserta dengan Gaji Rp500ribu Per Bulan, 1 Korban dapat Santunan Rp150juta BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Langkat, 30 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa pabrik korek api terbakar di Binjai

Jadi Peserta dengan Gaji Rp500ribu Per Bulan, 1 Korban dapat Santunan Rp150juta BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang pekerja pabrik korek api gas atau mancis milik PT Kiat Unggul di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo Dusun IV, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang terbakar pada Jumat (21/6/2019) mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti diberitakan, kebakaran yang melanda pabrik korek api gas ini diduga akibat ledakan tabung gas mancis.

Api dengan cepat membakar satu rumah yang dijadikan pabrik.

Para korban yang bekerja dalam satu ruangan terjebak dan tak sempat menyelamatkan diri.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, 30 orang dinyatakan tewas, terdiri dari 25 pekerja yang semuanya perempuan dan lima anak-anak.

Sementara empat pekerja lain selamat karena meninggalkan pabrik untuk makan siang.

Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Krishna Syarif mendatangi pabrik korek api gas atau macis milik PT Kiat Unggul di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo Dusun IV, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang terbakar pada Jumat (21/6/2019).

Seusai meninjau lokasi pabrik yang sudah diberi police line itu, Krishna didampingi Deputi Direktur Wilayah Sumbagut Umardin Lubis dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Binjai TM Haris Sabri Sinar mengunjungi rumah duka ahli waris Gusliana.

Kepada orangtua korban, Hasan Suheri dan Kiptiah, dia mengatakan turut berduka dan mengajak mengambil hikmah dari musibah yang terjadi bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting.

"Selain kepedulian pengusaha, jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa aman dan tenang para pekerja atas risiko sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Inilah yang menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi," kata Krishna, Selasa (25/6/2019).

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved