Anda yang di Negara Bagian Australia Ini, Dikenai Denda Rp 10 Juta, Pakai Ponsel Saat Berkendara

Si pengendara yang hilang konsentrasi akibat penggunaan ponsel, namun angka ini dianggap sudah sangat tinggi.

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Australia semakin serius dalam menangani para pengendara mobil yang masih melakukan aktivitas dengan ponsel sambil mengemudi.

Negara bagian Queensland kini tengah mempersiapkan aturan denda baru bagi pengendara yang ketahuan mengirim pesan sambil menyetir.

Direncanakan besaran denda bagi pelanggar aturan tersebut mencapai 1.000 dollar Australia.

Atau sekitar Rp 10 juta. Selain itu, pelanggar juga akan kehilangan SIM bila tertangkap dua kali.

Denda yang sudah berlaku sekarang bagi pengendara yang menggunakan ponsel sambil berkendara adalah sebesar 400 dollar Australia atau sekitar Rp 4 juta.

Menteri Transportasi Queensland, Mark Bailey mengatakan usulan kenaikan denda itu perlu dilakukan demi menekan jumlah warga yang masih menggunakan ponsel saat berkendara.

"Saya kira meningkatkan denda sampai 1.000 dollar Australia akan mengurangi perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain ini," kata Bailey.

Kaum perempuan Arab saudi mulai akhir Juni 2018 ini mulai bisa mendapat surat izin mengemudi (SIM) sendiri, setelah pemerintah melakukan perubahan aturan besar-besar dan mengizinkan kaum perempuan untuk pertama kali boleh mengemudikan mobil sendiri.
Kaum perempuan Arab saudi mulai akhir Juni 2018 ini mulai bisa mendapat surat izin mengemudi (SIM) sendiri, setelah pemerintah melakukan perubahan aturan besar-besar dan mengizinkan kaum perempuan untuk pertama kali boleh mengemudikan mobil sendiri. (the new york times)

Di negara bagian lain di Australia, denda untuk pelanggaran serupa belum mengalami kenaikan.

Di New South Wales, dendanya adalah 337 dollar Australia (sekitar Rp 3,3 juta),

sementara di negara bagian Victoria dendanya mencapai 484 dollar Australia (sekitar Rp 4,7 juta).

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved