Guru Agama Cabuli 8 Siswi SDN di Muara Enim, Tak Hadiri Pernikahan Anak Seusai Berstatus Tersangka

Guru agama cable 8 siswi Sekolah Dasar Negeri di Muara Enim, Palembang. Kini resmi menyandang status tersangka, tak hadiri pernikahan anak

Guru Agama Cabuli 8 Siswi SDN di Muara Enim, Tak Hadiri Pernikahan Anak Seusai Berstatus Tersangka
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan 

TRIBUNKALTIM.CO, MUARAENIM - H (54) diduga pelaku pencabulan terhadap 8 orang siswi SDN 8 Muaraenim resmi menyandang status tersangka.

Ia  berencana pensiun dini dari Aparatur Sipil Negara Pemkab Muaraenim setelah ditangkap oleh jajaran Polres Muaraenim

Saat ditemui Tribunsumsel.com, Senin,(2/6/ 2019) tampak kakek yang telah memiliki cucu ini tak sedikitpun menujukan penyesalannya terkait kasus dugaan pencabulan yang membelitnya saat ini.

"Saya tidak tahu kenapa saya bisa seperti itu, apakah ada kelainan atau apa, saya tidak tahu"

Ia juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di saat diminta kepala sekolah untuk mengawasi ulangan.

"Saat saya masuk anak-anak senang dan menyambut saya, saya mengajar sebagai guru agama, kalau istirahatkan anak-anak sering berantem kalau tidak diawasi nah kalau saya yang mengawasi mereka saya ajak nonton hal-hal yang mengandung ilmu pengetahun, seperti video tetang buah-buahan dan yang lainnya," katanya. 

Ia pun berkilah bahwa dalam kejadian tersebut ia hanya memegang kemaluan dan payudara para korban dari balik baju seragam para korban. 

"Saya menciumi mereka itu semua murni karena saya menyayangi mereka dan mencintai anak-anak," katanya. 

Iapun menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan itu melanggar hukum. 

"Saya sadar saya akan dikenakan hukuman, rencananya saya mau mengajukan pensiun dini dari pekerjaan saya sebagai PNS"

"Hari ini seharusnya saya menghadiri pernikahan anak saya di Lampung tapi karena saya ditangkap polisi jadi istri saya saja yang pergi ke pernikahan anak saya," jelasnya. 

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono mengatakan terkait kasus tersebut hingga ini ada sekitar 8 orang siswi yang menjadi korban dalam kasus tersebut. 

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved