Perum Bulog bisa Gulung Tikar, Budi Waseso minta Kepastian dari Pemerintah

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso menyebut Bulog bisa gulung tikar karena sulit salurkan beras.

Perum Bulog bisa Gulung Tikar, Budi Waseso minta Kepastian dari Pemerintah
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Ilustrasi Stok beras bulog di gudang Sub Divre Bulog Samarinda. 

"Progam BPNT itu akan disuplai oleh pasar bebas. Kalau disuplai pasar bebas, maka beras Bulog tidak akan keluar. Kalau tidak bisa menyuplai itu, maka serapan bulog akan berhenti," tutur Buwas.

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas (Youtube KompasTV)

Budi Waseso menjelaskan, tahun ini Bulog ditugaskan untuk menyediakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 2,5 juta ton.

Dia mengatakan, sebagian beras yang disimpan Bulog juga harus dikeluarkan karena kapasitas maksimal gudang Bulog hanya sebesar 2,7 juta ton.

Sebelumnya Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan, hingga saat ini stok beras Bulog mendekati 2,4 juta ton.

Sebanyak 2,2 juta ton diantaranya merupakan CBP dan sekitar 143.000 ton merupakan beras komersial.

Kemsos Gandeng Bulog

Terkait dengan hilangnya program beras sejahtera (Rastra), Kementerian Sosial akan menggandeng Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyalurkan beras lewat program Kementerian Sosial.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan beras Bulog.

"Sekarang kita sedang bahas penyaluran cukup signifikan dari Bulog dalam program-program Kemsos," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (2/7/2019).

Agus Gumiwang bilang berbagai pihak telah sepakat untuk menjadikan masalah penyaluran beras Bulog sebagai fokus. Saat ini skema penyaluran secara detil masih dibahas.

Halaman
1234
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved