Polisi Buru 5 Pelaku Penambangan Batu Bara Ilegal di Tahura, Penyidik Kesulitan Bongkar Jaringan

Tiga orang orang yang beroperasi di Tahura Bukit Soeharto berinisial AS, HS dan VS. Mereka sudah masuk daftar pencarian orang dan jadi buronan

Polisi Buru 5 Pelaku Penambangan Batu Bara Ilegal di Tahura, Penyidik Kesulitan Bongkar Jaringan
HO Balai Gakkum KLHK Kalimantan
Buronan kasus penambangan batu bara ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, berinisial SA berhasil diringkus di halaman kost di Balikpapan Tengah, Rabu (26/6/2019) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Penyidik Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup (Gakkum KLHK) Kalimantan dan kepolisian, masih memburu 5 pelaku yang diduga terkait penambangan batu bara ilegal.

Tiga orang terkait kasus penambangan ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, dan dua lainnya terkait pengembangan kasus penambangan batu bara ilegal di kawasan hutan tahun ini. Ke-limanya beraktivitas ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tiga orang orang yang beroperasi di Tahura Bukit Soeharto berinisial AS, HS dan VS. Mereka sudah masuk daftar pencarian orang dan jadi buronan sejak Desember 2018. Sementara dua lainnya, SA dan AL.

“Peran mereka beragam, mulai dari aktor intelektual sampai pemodal,” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Kalimantan, Subhan melalui Kepala Seksi Wilayah II Samarinda Balai Gakkum KLHK Kalimantan, Annur Rahim, Selasa (2/7/2019).

Dalam dunia penambangan batu bara ilegal di Kaltim, khususnya di Tahura Bukit Soeharto, penyidik Gakkum KLHK Kalimantan masih memetakan aktor dan peran masing-masing.

Dari level paling rendah, tercatat ada pekerja lapangan yang bertugas mengeruk emas hitam dari perut Bumi Etam. Mereka terdiri dari informan, petugas keamanan sampai operator alat berat. Tugas mereka dikoordinatori oleh mandor.

“Mereka kerja malam hari. Kalau kata informan, orang setempat aman, mereka kerja kucing-kucingan,” jelas Annur Rahim.

Naik sedikit ke aktor intelektual, ada orang yang bertugas sebagai pemodal. Pelaku ini, biasanya memodali aktivitas penambangan batu bara ilegal. Beberapa tersangka yang diamankan berlatarbelakang wiraswasta.

Salah satunya, pria berinisial SA yang ditangkap akhir bulan lalu di Balikpapan setelah buron 6 bulan. Pengakuan sementara ke penyidik, SA mengeluarkan duit modal Rp 40 juta untuk sewa 3 alat berat dan Rp 10 juta untuk biaya operasional penambangan ilegal di Tahura BukIt Soeharto dari kocek pribadi.

Baca Juga;

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved