Polisi Pantau Aktivitas Pekerja Sawit di Kaltim, Ada Pekerja Ekslusif Dalam Beribadah

Kalimantan disebut jadi lokasi penguatan basis ekonomi salah satu jaringan teroris membangun negara khilafah di Indonesia.

Polisi Pantau Aktivitas Pekerja Sawit di Kaltim, Ada Pekerja Ekslusif  Dalam Beribadah
TribunKaltim.CO/Muhammad Fachri Ramadhani
Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto memimpin upacara penyambutan prajurit Brimob dan Sabhara Polda Kaltim, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kalimantan disebut jadi lokasi penguatan basis ekonomi salah satu jaringan teroris membangun negara khilafah di Indonesia.

Hal itu secara terang-terangan disampaikan Mabes Polri usai menangkap terduga teroris baru-baru ini di Jawa Barat.

Usaha perkebunan kelapa sawit jadi usaha yang mereka lakukan memupuk kekuatan ekonomi membangun negara khilafah.

Hingga saat ini Kepolisian masih terus menyelidiki perusahaan maupun lokasi perkebunan tersebut di Kalimantan.

Saat ditanya Tribunkaltim.co, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan keberadaan mereka di Kalimantan Timur.

Kendati demikian, Jenderal bintang 2 tersebut mengatakan dari informasi yang dilaporkan jajaran Polres di Kaltim, sudah ada kelompok pekerja sawit yang ekslusif dalam melaksanakan ibadah.

"Mungkin itu pekerja-pekerja, yang memang kita mendengar dari beberapa pengusaha, ada beberapa karyawannya yang ekslusif melaksanakan kegiatan ibadah," katanya, usai memimpin apel penyambutan prajurit Brimob dan Sabhara yang telah BKO di Polda Metro Jaya, Selasa (2/7/2019).

Namun lanjut Priyo,  mereka belum mengarah kepada tindakan aksi teror, apalagi terindikasi masuk ke dalam jaringan terorisme. "Tapi kalau mereka masuk jaringan, ya, bisa-bisa saja," tuturnya.

Polda Kaltim sendiri telah membentuk tim khusus untuk menangani pergerakan terorisme di Kalimantan Timur.

"Kita sebenarnya sudah bentuk beberapa tim, nama-namanya (terduga teroris) terdata, kalau itu kemudian termasuk orang-orang baru yang masuk (jaringan), mungkin termonitor oleh Mabes Polri," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved