Selama Enam Bulan Polres Kutai Timur Sita 411 Gram Sabu dan Menahan 66 Tersangka

Pengungkapan 56 kasus narkoba tidak hanya dilakukan jajaran Satreskoba Polres Kutim, tapi juga jajaran opsnal di seluruh Polsek di Kutim.

Selama Enam Bulan Polres Kutai Timur Sita 411 Gram Sabu dan Menahan 66 Tersangka
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Dokumentasi tiga poket sabu seberat 10 gram yang pernah disita jajaran Satreskoba Polres Kutim_ 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Jajaran Satreskoba Polres Kutai Timur terus berupaya keras meminimalisasi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Dalam enam bulan terakhir, sejak Januari hingga 30 Juni 2019, telah terungkap 56 kasus penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Polres Kutai Timur.

Dari puluhan kasus tersebut, polisi berhasil menyita sekitar 411 gram narkotika jenis sabu. Hanya sabu, tidak ada narkoba jenis lain yang ditemukan di Sangatta. Terutama pil koplo, tidak ditemukan.

Namun, saat ini , lebih separuh sabu sudah dimusnahkan, begitu berkas perkara penyidikan dirampungkan. Hal ini dilakukan untuk antisipasi terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap barang bukti narkotika tersebut.

Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasatreskoba Iptu Mikael Hasugian mengatakan pengungkapan 56 kasus narkoba tidak hanya dilakukan jajaran Satreskoba Polres Kutim, tapi juga jajaran opsnal di seluruh Polsek di 18 kecamatan se Kutim.

“Semua ikut berperan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Kutim. Pengungkapan juga tak melulu di Sangatta, tapi merata hampir ke seluruh wilayah Kutai Timur di 18 kecamatan.

Bahkan, tak sedikit juga yang berhasil diungkap di kawasan pedalaman dan pesisir,” ungkap Kasatreskoba Iptu Mikael Hasugian, Selasa (2/7/2019).

Artinya, peredaran narkoba di wilayah Kutim sudah cukup mengkhawatirkan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kerja sama dengan berbagai kalangan, baik orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama juga stakeholder.

“Dari 56 kasus tersebut, ada 66 tersangka yang berhasil kami tahan. Mereka dari beragam profesi. Baik pekerja, sopir, ibu rumah tangga, pegawai di pemerintahan, bahkan ada pula yang mahasiswa.

Dari sini kita merasa, pentingnya kerja sama semua pihak untuk melakukan sosialisasi, tes urin dan penyuluhan tentang bahaya narkoba yang lebih masif lagi di masyarakat,” ujar Kasatreskoba Iptu Mikael Hasugian.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved