Diundang Bertemu, Permintaan TKD se-Indonesia Pada Pasangan Jokowi-Maruf, Jangan Dibubarkan

Jokowi bertemu dengan seluruh TKD di Indonesia. TKD pun memanfaatkan pertemuan ini dengan menyampaikan sejumlah permintaan ke Jokowi-Maruf

Diundang Bertemu, Permintaan TKD se-Indonesia Pada Pasangan Jokowi-Maruf, Jangan Dibubarkan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Ketua Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres 01 Jokowi-Amin, Erick Thohir, tampak tersenyum dan tertawa lepas ketika ikut goyang jempol bersama ratusan milenial lainnya di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan pada Minggu (21/4/2019). 

3. Ucapan terima kasih dari Jokowi

Ketua Tim Kuasa Hukum 01 Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim kuasa hukum.

Tim ini telah memenangkannya dalam sidang sengketa hasil pilpres di MK beberapa waktu lalu.

Ucapan terima kasih ini disampaikan Jokowi dalam sambutan singkatnya.

Yusril mengatakan, Jokowi mengapresiasi kinerja tim kuasa hukum yang diklaim sangat kompak, tenang, tidak emosional selama persidangan.

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin bersalaman usai menonton putusan MK, jelang keberangkatannya ke Jepang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin bersalaman usai menonton putusan MK, jelang keberangkatannya ke Jepang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (27/6/2019). (TRIBUN/HO/Agus Soeparto)

4. Menyaksikan dari televisi

Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pada pertemuan itu, Jokowi mengaku mengikuti sidang sengketa yang berjalan di MK melalui siaran televisi.

Menurut Yusril, Jokowi tahu persis perkembangan sidang tersebut.

Pada pertemuan malam tadi, tim hukum dan Jokowi juga berdiskusi soal tindak lanjut terhadap putusan sidang sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi.

5. Sosialisasi kemenangan Jokowi-Maruf bukan karena kecurangan

Pasca-putusan MK, tim kuasa hukum yang membela Jokowi-Ma'ruf dalam sidang di Mahkamah Konstitusi masih mempunyai tugas.

Yakni menyosialisasikan putusan tersebut kepada masyarakat.

Sosialisasi tersebut mengenai putusan MK yang memenangkan paslon nomor urut 01 merupakan keputusan obyektif dan bukan sebuah kecurangan.

"Kami menyampaikan juga kepada Presiden bahwa setelah putusan MK ini kan ada narasi yang mengatakan “MK mendukung kecurangan”, “MK berpihak” kan masih ada.

Tim hukum menyampaikan juga agar putusan MK itu nanti dalam bahasa yang mudah dan sederhana agar juga disampaikan kepada masyarakat lah," kata salah satu anggota tim hukum 01 Arsul Sani.

Menurut Arsul, sosialisasi tersebut akan dilakukan di daerah-daerah yang dianggap perlu diberi pemahaman.

Arsul menambahkan, tim kuasa hukum secepatnya akan menyiapkan bahan materi sosialisasi agar mudah dipahami masyarakat.

Jokowi, lanjut Arsul, juga menyambut baik sosialisasi tersebut dengan beberapa catatan seperti sosialisasi diprioritaskan ke daerah yang masih meragukan dan berkembangnya isu curang. (*)

SUBSCRIBE OFFICIAL YOUTUBE CHANNEL:

BACA JUGA:

Hamili Adik Kandung, AM Jalani Nikah Sedarah di Kalimantan Timur, Ini Respon Istrinya di Bulukumba

Tak Sengaja Nonton Konflik Ikan Asin, Begini Reaksi Anak Fairuz A Rafiq dari Galih Ginanjar

Arti Emoji Dua Tangan Menyatu, High Five, Terima Kasih atau Maaf? Ini Penjelasannya

Persib Gagal Menang di 4 Pertandingan Terakhir, Robert Rene Alberts Ancam Depak Pemainnya

Sederet Fakta Calon Menteri Jokowi, Ada yang Senyum, Siap dengan Syarat, dan Ada yang Tegas Menolak

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved