DPKP Kaltara Bakal Kerja Sama Bulog Penuhi Cadangan Pangan 200 Ton Per Tahun

Program ketersediaan dan penanganan rawan pangan di Kalimantan Utara juga menjadi perhatian Pemprov Kalimantan Utara.

DPKP Kaltara Bakal Kerja Sama Bulog Penuhi Cadangan Pangan 200 Ton Per Tahun
TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan
Kepala DPKP Kalimantan Utara Andi Santiaji Pananrangi 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Program ketersediaan dan penanganan rawan pangan di Kalimantan Utara juga menjadi perhatian Pemprov Kalimantan Utara.

Selain bertumpu pada substansi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pemprov Kalimantan Utara juga telah menyiapkan kebijakan daerah yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemprov Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara, Andi Santiaji Pananrangi menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Pangan, provinsi wajib menyediakan cadangan pangan sebanyak 200 ton per tahun.

Persediaan beras di gudang Bulog Bulungan diabadikan beberapa waktu lalu.
Persediaan beras di gudang Bulog Bulungan diabadikan beberapa waktu lalu. (TribunKaltim.Co/Muhammad Arfan)

Hanya saja hal tersebut belum dapat dilakukan dengan maksimal mengingat anggaran yang masih minim.

"Sehingga kita mencoba mengkaji sebuah kerja sama dengan Bulog. Mudah-mudahan dengan begitu, penyediaan cadangan pangan bisa maksimal kita lakukan. Bulog juga siap bekerjasama," kata Andi kepada Tribunkaltim.co, Rabu (3/7/2019).

Perum Bulog bisa Gulung Tikar, Budi Waseso minta Kepastian dari Pemerintah

Kabupaten Kutim Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil, Kerjasama Bulog dan Beri Subsidi

Andi menjelaskan, pengelolaan cadangan pangan penting dan strategis dilakukan untuk mendukung cadangan penyediaan pangan daerah dalam menghadapi berbagai gejolak, seperti keadaan darurat dan pasca bencana.

"Selain itu, untuk mencegah gejolak harga pada waktu panen dan keadaan tertentu, misalnya, kurangnya pasokan di pasaran saat momentum tertentu seperti hari-hari besar," ujarnya.

Andi mengatakan, cadangan pangan yang lazim disiapkan mulai dari beras, kedelai, hingga jagung.

Komoditas ini mampu bertahan dan cocok dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Andi mengatakan, dalam pelaksanaan kerja sama dengan Bulog nanti, pengelolaan cadangan pangan dilaksanakan dengan beberapa ketentuan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved