Ingin Wujudkan Khilafah, Terduga Teroris Jaringan Al Qaeda Dibekuk Densus 88 Meski Belum Beraksi

Densus 88 punya alasan membekuk pimpinan Jamaah Islamiyah, yang terafiliasi dengan Al Qaeda. Sebelum terduga teroris ini beraksi

Ingin Wujudkan Khilafah, Terduga Teroris Jaringan Al Qaeda Dibekuk Densus 88 Meski Belum Beraksi
(KOMPAS.com/DEVINA HALIM)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo (kanan) di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepolisian kembali mengamankan jaringan terduga pelaku teroris.

Kali ini, Datasemen Khusus atau Densus 88 antiteror mengamankan kelompok yang diduga Jamaah Islamiyah atau JI.

Diketahui, JI selama ini berafiliasi dengan kelompok teroris dunia, yakni Al Qaeda.

Lima orang yang disebut petinggi Jamaah Islamiyah pun diamankan Densus 88 antiteror.

Kelima orang yang ditangkap berinisial PW alias Abang, MY, BS, A, dan BT. PW alias Abang ditangkap di sebuah hotel di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019).

Polisi juga menangkap istri PW yang berinisial MY dan seorang terduga lainnya, BS, di lokasi dan waktu yang sama.

Lalu, pada Minggu (30/6/2019) polisi menangkap A di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dan meringkus BT di Ponorogo, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kelompok teroris ini belum memiliki rencana aksi teror.

"Belum (miliki rencana aksi teror), mereka membangun kekuatan, basis ekonomi dan rekrutmen dulu karena goal atau visinya adalah khilafah," ujar Dedi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Jika tak memiliki rencana aksi, mengapa aparat Kepolisian dapat menangkap para terduga teroris tersebut?

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved