Pabrik Pengolahan Kedelai di Bontang, Dianggap Ilegal dan Gunakan Air tak Layak Konsumsi

Selain itu, produksi tahu dan tempe mereka juga dinilai kurang higenis karena menggunakan air sungai sebagai bahan baku.

Pabrik Pengolahan Kedelai di Bontang, Dianggap Ilegal dan Gunakan Air tak Layak Konsumsi
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
DARI AIR SUNGAI - Produksi pabrik olahan kedelai menggunakan air sungai sebagai bahan baku. Pengusaha mengaku kualitas air dari PDAM tak baik jika digunakan untuk produksi tempe dan tahu. 

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Industri, Diskodag-UMKM, Ekawati mengatakan,  pihaknya belum pernah menerbitkan rekomendasi izin usaha bagi produsen tahu dan tempe di Kota Bontang.

Ia menjelaskan,  rekomendasi izin yang diperlukan perlu melalui tahap sistematis mulai kelengkapan dokumen lingkungan hingga kunjungan ke lapangan. “Belum pernah ada kunjungan ke lapangan selama ini,” ujar Ekawati saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Kelengkapan dokumen lingkungan menjadi indikator yang wajib dimiliki pengusaha, seperti ,Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dari dinas terkait.

Idealnya, syarat ini wajib dimiliki industri menengah sebelum mulai beroperasi di Kota Bontang. Tetapi fakta di lapangan, sejumlah pabrik tahu dan tempe telah beroperasi bahkan puluhan tahun tanpa mengantongi izin yang diperlukan.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Kesehatan Bontang membenarkan sejauh ini belum ada permintaan untuk menguji higienis dan sanitasi dari dinas terkait.

Selama ini hasil uji higienis makanan dilakukan untuk produk yang siap konsumsi. Sementara, untuk kelayakan bahan baku air sungai untuk pabrik tahu belum pernah dilakukan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Bontang Jamila Suyuthi mengatakan, yang dimaksud air layak konsumsi yakni tidak berwarna, beroma dan tidak berasa.

“Air layak konsumsi seperti itu, dan jika ingin dikonsumsi wajib direbus sampai melalui titik didih (100 derajat),” ujar Jamila.

Pihaknya mengatakan, sumber air baku untuk produksi idealnya apabila melalui proses penyaringan, penjernihan dan pemeriksaan secara klinis.

“Tapi kalau air dari sungai langsung dipakai untuk produksi tanpa melalui proses tadi yah tidak layak,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengatakan bakal melakukan uji sampel terhadap produk-produk tahu dan tempe di Kota Bontang. Untuk memastikan kelayakan konsumsi komoditas merakyat ini. (*)

(tribunkaltim.co/samir paturusi)

SUBSCRIBE OFFICIAL YOUTUBE CHANNEL:

Hamili Adik Kandung, AM Jalani Nikah Sedarah di Kalimantan Timur, Ini Respon Istrinya di Bulukumba

Tak Sengaja Nonton Konflik Ikan Asin, Begini Reaksi Anak Fairuz A Rafiq dari Galih Ginanjar

Arti Emoji Dua Tangan Menyatu, High Five, Terima Kasih atau Maaf? Ini Penjelasannya

Persib Gagal Menang di 4 Pertandingan Terakhir, Robert Rene Alberts Ancam Depak Pemainnya

Sederet Fakta Calon Menteri Jokowi, Ada yang Senyum, Siap dengan Syarat, dan Ada yang Tegas Menolak

Penulis: Samir Paturusi
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved