Aksi Cepat Tanggap

ACT–MRI Kaltim Bagikan Ratusan Paket Personal Hygiene kepada Korban Banjir Samarinda

Ada 200 paket yang didistribusikan untuk 200 Kepala Keluarga terdampak banjir di Kelurahan Gunung Lingai, di antaranya RT 01 dan 09.

ACT–MRI Kaltim Bagikan Ratusan Paket Personal Hygiene kepada Korban Banjir Samarinda
HO - ACT
Letak geografis Kelurahan Gunung Lingai ini memang tepat berada di antara lereng gunung dan bantaran sungai, sehingga tiap kali hujan turun akan begitu mudah kita jumpai genangan air di beberapa titik 

TRIBUNKALTIM.CO - ACT–MRI Kaltim bersama Wardah bekerjasama dalam menyalurkan bantuan paket kebersihan (personal hygiene) kepada warga terdampak banjir Samarinda, Kalimantan Timur.

Bantuan itu dibagikan di daerah yang cukup parah, tepatnya di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Kapih, Samarinda.

Program ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya potensi sumber bakteri/kuman penyebab penyakit pasca banjir.

Hal ini juga berdasarkan hasil assessment tim ACT–MRI Kaltim dan koordinasi dengan pihak aparat desa.

ACT – MRI Kaltim bersama Wardah bekerjasama dalam menyalurkan bantuan paket kebersihan (personal hygiene) kepada warga terdampak banjir yang cukup parah tepatnya di Kel. Gunung Lingai, Kec. Sungai Kapih
ACT – MRI Kaltim bersama Wardah bekerjasama dalam menyalurkan bantuan paket kebersihan (personal hygiene) kepada warga terdampak banjir yang cukup parah tepatnya di Kel. Gunung Lingai, Kec. Sungai Kapih (HO - ACT)

"Sejak mulai banjir hingga pascabanjir kami rutin home visit untuk kroscek warga. Ternyata hampir 50 kasus mengidap diare, beberapa kasus DBD, kebanyakan gejala DB dan thypus (trombosit turun) hingga harus dirujuk ke rumah sakit," ujar Ida, Sekertaris Lurah Kelurahan Gunung Lingai.

"Jadi, program personal hygiene ini sejalan dengan upaya pencegahan potensi penyebaran penyakit pascabanjir dengan terus menjaga kebersihan mulai dari lingkungan sekitar dan diri sendiri," lanjut Ida.

Letak geografis Kelurahan Gunung Lingai ini memang tepat berada di antara lereng gunung dan bantaran sungai, sehingga tiap kali hujan turun akan begitu mudah kita jumpai genangan air di beberapa titik.

Berbeda dengan Jawa yang saat ini mulai memasuki musim kemarau panjang, menurut laporan BMKG pada 4 Juli 2019, prakiraan cuaca Samarinda sampai beberapa hari ke depan akan diakhiri hujan tiap sore hingga malam harinya.

Program ini juga disambut baik oleh pihak kelurahan maupun warga yang menjadi target penerima manfaat
Program ini juga disambut baik oleh pihak kelurahan maupun warga yang menjadi target penerima manfaat (HO - ACT)

Tak heran, jika Kelurahan Gunung Lingai dengan 23 RT ini cukup parah terdampak banjir jika hujan tiba karena efek meluapnya sungai dan tingginya curah air yang mengalir dari gunung.

Riski Andriani, selaku Program Implementator ACT–Global Zakat mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya juga turun langsung untuk menyalurkan bantuan emergency seperti pangan dan rescue (evakuasi warga).

Halaman
12
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved