Lion Air JT610 Jatuh

Diberikan Bertahap, Ini Besar Santunan ke Keluarga Korban Jatuhnya 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia

Pembayaran uang bantuan akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun, terpisah dari tuntutan hukum yang diajukan

Diberikan Bertahap, Ini Besar Santunan ke Keluarga Korban Jatuhnya 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia
Tribunnews/Jeprima
Petugas saat mengumpulkan serpihan pesawat Lion Air JT610 di Posko Gabungan kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/10/2018). Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta ke Panggal Pinang jatuh di kawasan perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada pagi hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Boeing memberikan uang sebesar US$100 juta, atau sekitar Rp1,4 triliun, untuk membantu keluarga korban jatuhnya pesawat 737 Max di Indonesia dan Ethiopia.

Pembayaran uang bantuan, yang akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun, terpisah dari tuntutan hukum yang diajukan terkait kecelakaan pesawat Boeing yang secara total menewaskan 346 orang.

Menurut Boeing, uang tersebut ditujukan untuk mendukung program pendidikan, biaya hidup, serta kegiatan komunitas keluarga korban.

Kecelakaan Ethiopian Airlines ET302 Maret lalu adalah kecelakaan fatal kedua yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max dalam rentang lima bulan dari kejadian pertama.

Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines
Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines (Kompas.com/Istimewa)

Pesawat serupa yang dimiliki maskapai Indonesia, Lion Air, jatuh ke perairan Jakarta pada Oktober 2018.

Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017).
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017). (Facebook Lion Air Group)

Para penyelidik kecelakaan menyoroti masalah pada sistem kendali pesawat, dan Boeing pun telah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk melakukan perbaikan peranti lunak.

Pesawat 737 Max yang sejatinya merupakan pesawat terlaku Boeing, dilarang terbang di seluruh dunia sejak bulan Maret lalu, tanpa kepastian waktu kapan pesawat tersebut dapat kembali mengudara.

Dalam pernyataannya pada hari Rabu (3/7), Boeing mengatakan bahwa "dana tersebut akan mendukung pendidikan, (meringankan) penderitaan dan biaya hidup keluarga terdampak, kegiatan komunitas, serta perkembangan ekonomi bagi mereka yang terdampak."

"Boeing akan bekerja sama dengan pemerintah setempat serta lembaga non-profit untuk mendukung semua kebutuhan tersebut. Investasi awal ini akan berjalan selama beberapa tahun."

Dennis Muilenburg, CEO Boeing, menambahkan:

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved