Pernikahan Sedarah Terjadi di Kota Balikpapan, MUI Balikpapan Angkat Bicara

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, pernikahan sedarah hukumnya sangat diharamkan.

Pernikahan Sedarah Terjadi di Kota Balikpapan, MUI Balikpapan Angkat Bicara
Dok. Pribadi
AN (29) dan HE (21), kakak dan adik, saat melangsungkan pernikahan di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perkawinan sedarah yang terjadi di kota Balikpapan, Kalimantan Timur belum lama ini membuat heboh di kalangan masyarakat.

Pernikahan sedarah itu terjadi antara pria berinisial AM (32) dan wanita berinisial (FI) 21.

Diketahui AM merupakan kakak kandung dari FI yang keduanya merupakan warga Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Keduanya diketahui menggelar pernikahan seserahan di sebuah rumah di kawasan Gunung Sari, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sontak pernikahan sedarah tersebut seketika menghebohkan warganet.

Menyikapi hal ini Majelis Ulama Indonesia MUI Kota Balikpapan angkat bicara.

Sekretaris MUI Kota Balikpapan H.M Jailani mengatakan pernikahan sedarah tersebut haram hukumnya dalam perspektif agama Islam.

Keduanya juga diketahui menggelar pernikahan tanpa sepengetahuan Kementerian Agama dalam hal ini KUA.

"Yang jelas pernikahan keduanya itu tidak tercatat di KUA, artinya mereka menikah di luar campur tangan KUA," kata HM Jailani, Sekretaris MUI Kota Balikpapan.

Secara hukum agama maupun hukum duniawi, pernikahan sedarah itu tidak diperbolehkan.

Halaman
123
Penulis: Zainul
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved