Soal Oposisi Kritis dan Konstruktif, Putri Gusdur Ini Sependapat dengan Mardani Ali Sera

Putri Gusdur, Yenny Wahid bicara soal perlunya kehadiran oposisi yang kritis dan konstruktif untuk pemerintah. Senada dengan Mardani Ali Sera

Soal Oposisi Kritis dan Konstruktif, Putri Gusdur Ini Sependapat dengan Mardani Ali Sera
Tribunnews.com/ Jeprima
Yenny Wahid mewakili keluarganya dan Konsorsium Gus Dure saat menyatakan sikap dalam Pilpres 2019 di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018). Keluarga dan Konsorsium Gus Dur mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa partai Koalisi Adil Makmur, memberi sinyal siap merapat ke Pemerintah Joko Widodo atau Jokowi, sebagai Capres terpilih.

Sebut saja Demokrat dan PAN.

Sejumlah pengamat menyayangkan jika semua partai di Koalisi Adil Makmur yang semula mendukung Prabowo-Sandi, beralih ke Jokowi.

Pasalnya, fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah, bakal hilang, jika semua partai bergabung ke Jokowi.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menilai, pemerintahan yang sehat memerlukan kelompok oposisi yang kritis dan konstruktif.

Yenny Wahid mengatakan, kelompok oposisi tersebut penting dihadirkan demi menjaga iklim demokrasi yang sehat.

"Pemerintahan yang sehat memang selalu dibutukan oposisi yang kritis tetapi konstrutif ya.

Jadi oposisi itu penting untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat tetap terjaga," kata Yenny di Hotel Pullman, Rabu (3/7/2019).

Yenny Wahid menegaskan, oposisi yang baik ialah oposisi yang konstruktif, bukan oposisi yang muncul sekadar untuk menghambat dan menjegal program-program pemerintah seperti yang ada di sejumlah negara.

Sebab, Yenny Wahid meyakini, kedua kelompok, pemerintah dan oposisi, pasti mempunyai kesamaan cita-cita.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved